PDIP: Halalbihalal Perkuat Tali Persaudaraan Bangsa

Red: Agung Sasongko

Ahad 25 Jun 2017 20:17 WIB

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan kepada calon Gubernur Bangka-Belitung Rustam Effendi dan jajaran pengurus DPD PDIP Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung di, Pangkalpinang, Ahad(30/10). Foto: Istimewa Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan pengarahan kepada calon Gubernur Bangka-Belitung Rustam Effendi dan jajaran pengurus DPD PDIP Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung di, Pangkalpinang, Ahad(30/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menilai, tradisi Halal Bi Halal sungguh hidup, menjabarkan kepribadian bangsa Indonesia yang suka tolong menolong, gotong royong dan menjadikan hari raya Idul Fitri sebagai momentum untuk memerkuat tali persaudaraan sambil bermaaf-maafan.

Diungkapkannya, dalam perspektif kesejarahan, tradisi halal bi halal yang dimulai dengan penuh kesadaran baik di kalangan pemimpin nasional maupun masyarakat luas dimulai sejak tahun 1948.  "Saat itu Indonesia dilanda berbagai persoalan seperti pemberontakan, dan elit politik yang saling bertengkar serta tidak mau bermusyawarah," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Ahad (25/6).

Atas dasar hal tersebut  pada pertengahan bulan Ramadhan, Bung Karno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara guna diminta pendapatnya bagaimana lebaran menjadi momentum agar para tokoh bangsa dan elit politik yang berbeda pendapat bisa bertemu dan bermusyawarah. 

Mendengar hal tersebut maka KH Wahab mengusulkan perlunya silaturahmi. Namun Bung Karno meminta istilah yang lain, dan akhirnya disepakati halalbihalal, yang maknanya saling mrnghalalkan. 

"Maka sejak tahun 1948 tradisi Idul Fitri menjadi momentum halal bi halal guna saling bermaaf-maafan dan mengedepankan persaudaraan sebagai satu bangsa'" katanya.

PDI Perjuangan mengajak seluruh  komponen bangsa untuk benar-benar menggunakan momentum  lebaran tersebut guna memerkokoh persaudaraan nasional agar bangsa ini dapat segera bangkit mengejar ketertinggalannya dengan cara gotong royong.  

Seluruh kader Partai menghikmati Idul Fitri tidak hanya sebagai hari kemenangan setelah  satu bulan berpuasa, namun juga mengambil semangat halalbihalal tersebut guna meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa. "Selamat Idul Fitri," tutupnya.

 

Terpopuler