Jelang Malam Takbiran, Jalur Utama Sukabumi Masih Padat

Red: Nur Aini

Sabtu 24 Jun 2017 17:48 WIB

Pemudik (ilustrasi) Foto: Republika/ Wihdan Pemudik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Hingga pukul 16.00 WIB Sabtu, (24/6) atau sehari menjelang perayaan Idul Fitri 1438 Hijriyah jalur utama mudik Sukabumi di wilayah utara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih dipadati kendaraan.

"Kondisi arus lalu lintas saat ini memang tidak terlalu padat di bandingkan H-2 dan H-3 Lebaran, tetapi dari pantauan kami di lapangan khususnya jalur utara arus lalu lintas di beberapa lokasi seperti di Jalan Siliwangi Cibadak, Parungkuda, Cibadahu dan Cicurug padat merayap," kata Humas PMI Kabupaten Sukabumi Atep Maulana, Sabtu (24/6).

Hingga Sabtu sore ini, anggota PMIS masih bersiaga di posko untuk membantu pemudik atau pengendara lainnya khususnya yang kesehatannya mengalami gangguan. Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan petugas keamanan lainnya di bawah kendali Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi.

Pantuan di jalur mudik Sukabumi yang menghubungkan wilayah Bogor-Sukabumi terjadi kepadatan di beberapa titik seperti di sekitar Pasar Cibadak hingga Terminal Cibadak dan jalan menuju Palabuhanratu (simpang Ratu) dan Jembatan Pamuruyan. Kemudian depan Pasar Parungkuda dan Cicurug serta perlintasan kereta api serta depan pabrik Aqua di Kecamatan Cicurug. Namun kendaraan masih bisa tetap melaju walaupun merayap.

Petugas gabungan yang bersiaga sejak pagi pun masih terus berupaya mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi stak atau macet dan sebagian kendaraan diarahkan melalui jalur alternatif yang tersedia. Padatnya kendaraan di jalur mudik tersebut juga dikarenakan banyaknya warga sekitar yang lalu lalang serta keluar masuk lokasi perbelanjaan sehingga kendaraan pemudik, angkutan umum (angkot/bus) dan milik warga berbaur.

Salah seorang pemudik dari Tangerang Selatan, Banten Yusuf Saputra mengatakan perjalanan dari Tangsel hingga ke Sukabumi dengan menggunakan bus harus menempuh waktu hingga 12 jam karena terjadi kemacetan di mana-mana. Dia pulang ke Sukabumi karena memilih berlebaran bersama orang tuanya di tempat kelahirannya.

"Memang cukup melelahkan perjalanan pulang kampung pada tahun ini, biasanya saya memilih ke Sukabumi sehari sesudah atau saat Lebaran untuk menghindari kemacetan," katanya.

Terpopuler