REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Idul Fitri selalu memiliki makanan khas tersendiri, termasuk di Arab Saudi. Makanan ini jadi pelengkap semarak hari raya dan disantap bersama keluarga.
Makanan yang terhidap cukup beragam mulai dari yang asin hingga manis. Sama seperti di Indonesia, anggota keluarga akan berkumpul setelah salat Idul Fitri.
Sebelum makanan disajikan, anak kecil akan diberi uang dan hadiah dari orang dewasa. Bingkisan hadiah dihias dengan indah dan penuh dengan mainan dan permen.
Bagi keluarga Saudi, Idul Fitri adalah saat untuk merayakan tradisi, termasuk dalam menyajikan masakan tertentu. Hidangan otentik ini termasuk mugalgal, jereesh dan ghuraibah.
Mugalgal adalah salah satu hidangan yang sangat terkenal di Arab Saudi. Hidangan yang biasa dinikmati saat Idul Fitri ini terbuat dari daging domba cincang, tomat segar, bawang bombay dan lada hijau yang digoreng bersama rempah-rempah.
Idul Fitri juga terkenal dengan makanan-makanan manisnya. Ada debyazah yang merupakan hidangan manis tradisional. Biasanya ia menjadi bagian penting dari sarapan pagi.
Berbagi debyazah dengan teman dan keluarga telah menjadi tradisi selama beberapa generasi. Memasak debyazah perlu proses yang panjang, biasanya dimulai tiga hari sebelum lebaran.
Hidangan manis ini terbuat dari kacang segar, termasuk kacang almond, pistachio dan kacang pinus. Buah kering juga ditambahkan, termasuk buah ara, aprikot, kurma dan kismis.
Rasanya juga kayai rempah-rempah seperti kapulaga dan bubuk kayu manis. Setelah siap, nektar aprikot tebal harus dituangkan ke dalam panci besar dan hangat sampai mendidih.
Hasil akhirnya adalah sup manis berwarna oranye dan paling enak disajikan hangat. Makanan manis lainnya adalah Shereyya atau mi manis. Hidangan ini telah disiapkan oleh orang-orang Arab sejak zaman kuno dan dianggap sebagai hidangan tradisional Palestina.
Shereyya dibuat dengan mie biasa yang digoreng dengan minyak sayur dan mentega. Tiga gelas air ditambahkan, maka ternyata warna emasnya mengilap. Gula, kapulaga atau bubuk kayu manis juga bisa ditambahkan sesuai keinginan.
Menjelang Idul Fitri, para wanita akan mulai menyiapkan maamoul, sebuah kue kecil berisi kurma, pistachio atau kenari. Bahan utamanya adalah semolina, kurma, pistachio atau kenari.
Mereka dapat berkreasi dalam bentuk dan dapat dihiasi dengan tangan atau dibuat dalam cetakan kayu khusus. Bila dibuat dengan mengisinya dengan kurma, sajian lezat ini juga dikenal dengan nama menenas.
Selain itu ada biskuit Ghuraibah yang jadi versi maamoul yang lebih halus dan mudah dibuat di rumah. Lebih mudah lagi jika dibeli dari toko manis Timur Tengah manapun di Arab Saudi.
Sementara, Jereesh adalah hidangan tradisional yang populer di Jazirah Arab. Dibuat dengan gandum hancur yang kemudian dimasak dalam susu, tekstur jereesh mirip dengan tekstur bubur saat dimasak dengan susu.
Jika ingin rasa yang gurih, jereesh bisa dibuat dengan bawang merah dan kapur hitam, yang menambah rasa asam. Butuh waktu lama untuk memasaknya, tapi hidangan ini sangat berharga.