Mudik, Tol Brebes-Gringsing Sudah Dua Kali Ditutup

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ilham Tirta

Rabu 21 Jun 2017 20:26 WIB

Kendaraan pemudik melintas di tol fungsional Brebes Timur- Gringsing, Jateng, Rabu (21/6). Foto: Republika/Prayogi Kendaraan pemudik melintas di tol fungsional Brebes Timur- Gringsing, Jateng, Rabu (21/6).

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Sejak dibuka pada Senin (19/6) lalu, Jalan Tol Fungsional Brebes-Gringsing mengalami dua kali perbaikan. Akibatnya, jalan tersebut sempat ditutup dan membuat antrean sempat mengular.

"Dua kali kami tutup. Pertama hari Senin malam karena ada sedikit perbaikan. Tadi malam juga kami tutup mulai jam sembilan malam sampai pagi jam enam," ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Djarod Padakova di Pintu Tol Brebes Timur atau Brexit, Rabu (21/6).

Perbaikan tersebut dilakukan tidak pada titik kerusakan yang sama. Menurut Djarod, perbaikan semalam dilakukan setelah Pintu Keluar Sewaka. Dari sana terjadi kerusakan cor jalan tol sepanjang enam kilometer ke arah Gringsing, Jawa Tengah.

"Ada beberapa titik yang cor di bahu jalannya rusak. Itu kita perbaiki. Tapi setelah selesai langsung dibuka lagi," jelas Djarod.

Akibat dari perbaikan jalan, jalan tol fungsional itu pun di tutup. Dengan begitu, seluruh kendaraan di Tol Cipali yang mengarah ke Timur harus keluar di Brexit. Djarod menjelaskan, antrean kendaraan bermotor di Brexit kemarin malam kurang lebih sepanjang dua kilometer.

Untuk mengatasi antrean tersebut, pihaknya membuat rekayasa lalu lintas di jalan tol. Selain mengarahkan kendaraan yang melintas untuk keluar di Pintu Tol Pejagan dan Brebes Barat yang berada di belakang Brexit jika menuju ke arah timur.

"Di Gerbang Tol Palimanan kita sempitkan jalur masuknya. Untuk kendaraan yang sudah masuk kita arahkan ke pintu tol sebelum Brexit. Jadi, mohon pengertiannya bagi para pemudik jika dilakukan seperti ini lagi," kata Djarod.

Djarot mengatakan, pihaknya akan terus memonitor jalur tersebut. Ia bekerja sama dengan stakeholder lainnya seperti seperti pengelola tol dan pihak pekerjaan umum (PU). "Dari kami, kepolisian, dan pihak PU maupun pengelola tol, tiap hari kami monitor. Tadi malam cukup padat karena Kaligangsa ditutup. Kita minta ke pihak pengelola, agar pintu-pintu keluar sebelum Brexit dibuka," kata dia.

Terpopuler