Malam Seribu Cahaya di Bumi Seribu Masjid

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Agus Yulianto

Rabu 21 Jun 2017 17:41 WIB

Ustaz Arifin Ilham Foto: ROL Ustaz Arifin Ilham

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Penyelenggaraan event Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) yang digelar sebulan penuh di Kompleks Islamic Center NTB akan segera berakhir. Dari 28 kegiatan yang dijadwalkan, tinggal dua kegiatan yang masih akan dilaksanakan. Dua kegiatan tersebut merupakan puncak acara dari kesemarakan PKR 2017.

Pagelaran PKR tentunya menimbulkan kesan yang cukup mendalam bagi warga Lombok, mengingat event ini baru pertamakali dilaksanakan pada ramadhan ini. Arbani Yazid (27) salah satunya. Warga asal Labuapi, Lombok Barat ini mengaku sangat senang dengan digelarnya ajang PKR. Pria yang hampir setiap hari ke Islamic Center NTB berharap PKR dapat menjadi agenda rutin pada setiap ramadhan di Lombok.

"Luar biasa dampaknya untuk masyarakat, terutama itu Kampung Ramadhan sangat bermanfaat," kata Arbani kepada Republika.co.id di Islamic Center NTB, Rabu (21).

Pria yang bekerja di salah satu minimarket di Mataram sendiri lebih kagum dan kerap mengunjungi pameran peninggalan replika nabi. Meski hanya sekadar replika, namun Arbani mengaku puas bisa melihat sejarah peninggalan nabi.

Menurut Arbani, keberadaan pameran peninggalan replika menjadi daya tarik yang utama bagi pengunjung lantaran jarang ada pameran seperti ini. Ke depan, Arbani berharap ajang PKR bisa menampilkan imam Masjidil Haram, selain imam-imam besar dari timur tengah dan Afrika yang sudah datang ke Lombok.

Penggagas Desa Wisata Setanggor, Lombok Tengah, Ida Wahyuni, mengatakan hal yang senada.  "(PKR) harus kita buat lagi di tahun berikutnya, karena ini adalah momen yang sangat berkesan bagi semua umat muslim di NTB dengan adanya Pesona Khazanah Ramadhan ini," kata Ida.

Menurut Ida, penyelenggaraan PKR mampu melibatkan seluruh sektor yang berdampak kepada peningkatan perekonomian masyarakat. Selain itu, kehadiran imam besar dari timur tengah dan Afrika yang semakin menambah daya tarik nuansa ramadhan di Bumi Seribu Masjid dan semakin mengukuhkan NTB sebagai destinasi wisata halal.

Meski begitu, Ida berharap dalam pelaksanaan PKR mendatang, pihak panitia penyelenggara menyediakan stand khusus bagi spot-spot wisata halal sebagai pusat informasi bagi para pengunjung.  "Termasuk juga stand desa wisata halal untuk memperkenalkan destinasi kepada pengunjung masjid," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, sebagai ajang yang baru kali pertama yang digelar di NTB, bahkan di Indonesia, pelaksanaan kegiatan PKR 2017 tentu ada banyak kekurangannya.

"Namun Alhamdulillah, respon masyarakat terhadap kegiatan ini kami yakini cukup baik, dan ikut mengangkat NTB sebagai destinasi tujuan wisata halal dunia," ucap Faozal.

Puncak acara PKR akan diisi dengan "Ramadhan Berzikir" pada Kamis (23/6) malam yang diisi oleh Ustaz Arifin Ilham  dan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi.  Acara terakhir yang menjadi gong penutupan dari rangkaian PKR adalah Malam Pesona 1.000 Cahaya, yang dilaksanakan pada malam takbiran.

Faozal memperkirakan malam 1.000 cahaya akan diikuti sedikitnya 10 ribu orang yang akan membawa lampion untuk dinyalakan sembari melantunkan takbir. Pemprov NTB bekerjasama dengan Pemerintah Kota Mataram dalam acara ini. Nantinya, 10 ribu peserta pawai takbir itu akan diikuti para kafilah dari 6 kecamatan yang ada di Kota Mataram.

"Insha Allah kegiatan ini nantinya akan kita dorong untuk tercatat dalam rekor MURI," ungkap Faozal.

Untuk memudahkan koordinasi, nantinya peserta akan terbagi dalam 6 blok. Masing-masing untuk blok pertama ditempatkan di sekitar Jebak Beleq (pintu gerbang) Dasan Agung hingga Masjid At Taqwa Mataram, kemudian blok 2 menempati sekitar Islamic Center hingga perempatan Bank Indonesia, blok 3 dari Bank Indonesia sampai BRI Mataram, blok 4 BRI Mataram sampai depan Kantor Denpom Mataram, blok 5 Bak NTB sampai Hotel Santika Mataram, dan blok 6 Kantor Walikota Mataram hingga perempatan Gubernur NTB.

Untuk, pelaksanaan pawai takbiran Hari Raya Idul Fitri tahun ini ada yang berbeda, dibandingkan dengan pelaksanaan pawai takbiran tahun-tahun sebelumnya. Di mana kalau sebelumnya pawai takbiran akan berjalan keliling Kota Mataram. Maka untuk tahun ini takbiran Hari Raya Idul Fitri akan dilakukan dengan cara berdiam di blok masing-masing. Puluhan ribu peserta ini akan melakukan takbir, sambil membawa lampion.

“Usai itu, nantinya masing-masing kafilah yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Mataram itu akan berjalan melintasi panggung utama, untuk dilepas pawai takbiran oleh Gubernur NTB dan Walikota Mataram. Bukan untuk keliling Kota Mataram, tetapi peserta langsung pulang ke masing-masing asalnya," ungkap Faozal.

Terpopuler