Pemudik Lintasi Sukabumi Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Red: Yudha Manggala P Putra

Senin 19 Jun 2017 17:53 WIB

Pemudik (ilustrasi) Foto: Republika/ Wihdan Pemudik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemudik khususnya yang melalui jalur utama Sukabumi, Jawa Barat, diimbau menggunakan jalur alternatif yang disediakan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan atau kemacetan lalu lintas.

"Tujuh hari menjelang perayaan Idul Fitri 1438 Hijriyah kepadatan kendaraan sudah mulai meningkat baik angkutan umum maupun pribadi khususnya di wilayah utara Sukabumi yang merupakan jalur utama penghubung antardaerah," kata Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono di Sukabumi, Senin (19/6).

Menurutnya, kondisi jalur alternatif saat ini sudah baik dan baru saja diperbaiki seperti di Jalur Alternatif Tenjoayu dan Nagrak Cibadak. Selain itu, pengerjaannya pun sudah 99 persen hanya membenahi saja kekurangannya dan tidak ada lagi jalan yang berlubang.

Selain itu, Pemkab juga sudah memasang rambu dan petunjuk arah untuk memudahkan pemudik mencari dan mengetahui jalur alternatif tersebut.

Kemudian, menempatkan personel baik dari TNI, Polri, Dishub Kabupaten Sukabumi dan lain-lain untuk mengarahkan kendaraan masuk jala itu.

Petugas di lapangan juga sudah menyiapkan berbagai progam untuk antisipasi terjadinya kemacetan arus lalu lintas jika jumlah kendaraan meningkat baik keluar maupun masuk Kabupaten Sukabumi salah satunya mengarahkan masuk jalur alternatif dan sistem buka tutup jalan.

"Walaupun wilayah Kabupaten Sukabumi bukan merupakan jalur mudik utama tetapi kerap dijadikan sebagai alternatif jika arus menuju Puncak, Bogor padat," tambahnya.

Adjo mengatakan kondisi arus lalu lintas di jalur utama penghubung sudah cukup padat baik kendaraan dari luar daerah maupun milik warga yang datang ke lokasi pusat perbelanjaan.

Wakil Bupati juga mengimbau kepada pengendara agar tidak menyerobot jalur karena akan menimbulkan dan menambah kemacetan serta harus mentaati peraturan berlalu lintas dan tetap menggunakan alat keselamatan dalam berkendaraan.

Terpopuler