Keutamaan Zakat Fitrah

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ilham Tirta

Senin 19 Jun 2017 08:01 WIB

Zakat Fitrah (ilustrasi). Foto: Blogspot.com Zakat Fitrah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang yang bepuasa kadang-kadang terlanjur melakukan kesalahan. Entah berkata kasar, keji, ataupun dosa lainnya karena alasan duniawi.

Sedangkan ibadah puasa adalah ibadah suci yang harus dipelihara baik-baik. Sebagai seorang yang melakukan ibadah suci, tidak selayaknya ia mengeluarkan kata-kata keji itu.

Hal ini bisa mengotori puasa yang telah dijalankan. Oleh karena itu, agama Islam memerintahkan supaya mengeluarkan zakat fitrah guna menyucikan jiwa.

Zakat fitrah juga berguna untuk menutupi kekurangan ketika melakukan ibadah puasa, baik yang diketahui maupun tidak. Dalam hal ini, zakat fitrah berfungsi seperti sujud sahwi dalam shalat.

Tak kalah penting, zakat fitrah juga berguna untuk menolong fakir miskin. Supaya mereka sama merasakan kelezatan berhari raya.

Hubungan puasa Ramadhan dengan zakat fitrah pernah diriwayatkan dalam sabda Rasulullah SAW. "Puasa seorang hamba itu bergantung di udara antara langit dan bumi, hingga ia menunaikan sadakoh atau zakat fitrah."

Apabila ia telah menunaikan zakat fitrah, maka Allah menciptakan bagi puasa itu dua sayap berwarna hijau, lalu puasa itu terbang dengan kedua sayap itu ke langit yang ketujuh. Kemudian Allah Ta'ala memerintahkan agar puasa itu diletakkan di dalam sebuah lampu gantung dari beberapa lampu gantung di Arasy, hingga pemiliknya datang," (Zubdah - Drurratun Nasihin 3: 299).

Terpopuler