Ratusan Ribu Jamaah Padati Masjidil Haram di Akhir Ramadhan

Rep: WAHYU SURYANA/ Red: Esthi Maharani

Sabtu 17 Jun 2017 06:18 WIB

Masjidil Haram Foto: ROL/Sadly Rachman Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID, MAKAH -- Ratusan ribu orang jamaah dan pengunjung memadati Masjidil Haram di Makah di malam-malam terakhir Ramadhan. Dilansir dari Arab News, Jumat (16/6), mereka datang dari seluruh penjuru negeri dan dunia.

Mereka diantaranya adalah jamaah umrah dan warga lokal dari berbagai daerah. 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan jadi magnet untuk menghabiskannya di salah satu masjid suci umat Islam tersebut.

Makah telah mengalami peningkatan populasi dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga pemerintah dan pengembang swasta telah meningkatkan sumber daya untuk memberikan layanan terbaik bagi para pengunjung.

Hal ini disampaikan langsung oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Naif. Presidency of the Two Holy Mosques telah mengerahkan lebih dari 10 ribu orang selama 24 jam untuk memastikan jamaah bisa beribadah dengan lancar.

Presidency juga menyediakan sejumlah layanan termasuk pelajaran agama dari sejumlah cendekiawan dan guru. Selain itu, ada 1.000 Alquran dibagikan setiap harinya, pembagian buku pedoman hingga menyediakan kursi roda bagi yang membutuhkan.

Staf di Makah rutin melakukan inspeksi di lapangan. Termasuk memeriksa toko-toko makanan, rumah jagal umum dan swasta pemasok daging, kondisi jalan, hingga saluran drainase dan pasokan air.

Pertahanan sipil juga menyediakan 50 titik di dalam dan sekitar masjid sebagai layanan darurat. Tersedia kendaraan untuk evakuasi jamaah yang sakit. Jika jam-jam padat, tim menambah titik darurat menjadi 70.

Terpopuler