Waspadai Remaja Diet tak Sehat Selama Ramadhan

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ilham Tirta

Sabtu 17 Jun 2017 04:38 WIB

Diet ketat (ilustrasi) Foto: . Diet ketat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Para dokter di Uni Emirat Arab telah memperingatkan orang tua soal kemungkinan anak remajanya melakukan diet tidak sehat saat Ramadhan. Mereka bisa jadi korban gangguan diet karena ingin menurunkan berat badan dengan cepat.

Banyak orang, sebagian besar anak muda, menggunakan bulan suci untuk membatasi asupan makanan mereka. Meski demikian, mereka tidak memakan nutrisi yang diperlukan antara makanan berbuka dan sahur.

"Saya memiliki banyak kasus orang tua yang mengeluh tentang anak-anak remaja mereka, sekitar usia 14 tahun," kata seorang ahli gizi klinis di Rumah Sakit Medeor, Dr Juliot Vinola, dilansir The National. Anak-anak itu, menurut mereka, tidak makan apa-apa, melewatkan sahur dan berolahraga dengan perut kosong.

Harapannya adalah menurunkan berat badan. Padahal, ini jelas tidak sehat. Tingkat metabolisme pada remaja cukup tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Mereka membutuhkan nutrisi lebih banyak dan kekurangan apapun dapat mempengaruhi pertumbuhannya.

"Meski puasa Ramadhan bagus untuk tubuh, tentu perlu dilakukan dengan cara yang benar," kata Dr Vinolia. Jika anak-anak tidak makan dengan cara yang benar, mereka akan kekurangan protein dan membuat mereka rentan terhadap penyakit pernafasan, keracunan makanan, dan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh.

"Dehidrasi bisa menjadi lebih rumit, menyebabkan migrain dan sakit kepala," katanya. Selain itu, setiap penurunan berat badan akibat diet tak seimbang selama bulan Ramadhan kemungkinan bisa saja tidak akan berlangsung lama.

"Bahkan untuk orang yang tidak berpuasa, kami merekomendasikan mereka untuk secara bertahap mengembangkan kebiasaan pola makan saat bulan Ramadhan," kata Dr Vinolia. Jika mengikuti jadwal diet tidak sehat, maka tidak akan dapat menopang penurunan berat badan yang ideal.

Terpopuler