Dinsos Minta Camat Laporkan Keberadaan Gepeng

Red: Ilham Tirta

Rabu 14 Jun 2017 16:07 WIB

 Sejumlah gelandangan dan pengemis terjaring razia oleh Satpol PP. (ilustrasi). Sejumlah gelandangan dan pengemis terjaring razia oleh Satpol PP. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,  KUBU RAYA -- Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kubu Raya, Nursyam Ibrahim meminta pemerintah desa dan kecamatan memberikan informasi terkait keberadaan gelandangan dan pengemis yang ada di kabupaten itu. "Kita sudah menyampaikan kepada setiap camat dan kades yang ada di Kubu Raya, jika menemukan adanya gepeng, diharapkan untuk segera berkoordinasi dengan kami untuk segera ditindaklanjuti," kata Nursyam di Sungai Raya, Rabu (14/6).

Menurutnya, saat Ramadhan dan menjelang Lebaran, biasanya akan banyak gepeng yang mencari nafkah di jalanan.

"Namun, pada tahun ini sepertinya kita belum melihat adanya gepeng yang biasanya berkeliaran di simpang jalan Ahmad Yani II. Kalau pun ada, cuma sekitar dua orang dan saat petugas kita turun, mereka sudah pindah ke Kota Pontianak," katanya.

Nursyam mengatakan, kondisi geografis Kubu Raya yang berdekatan dengan Kota Pontianak, menyebabkan pihaknya kesulitan untuk melakukan penangkapan dan pembinaan terhadap gepeng yang ada di kabupaten itu. Pasalnya, aktivitas gepeng yang ada biasanya dilakukan disimpang antara kota Pontianak dan Kubu Raya. "Jadi, ketika kita akan menangkapnya, mereka sudah berada di kota Pontianak, yang di luar kewenangan kita," katanya.

Namun, untuk mengantisipasi hal tersebut, pada tahun 2016 lalu pihaknya sudah bekerja sama dengan kota Pontianak untuk melakukan sidak terpadu terhadap gepeng. Antara dinas Sosial kota Pontianak dan Kubu Raya bersama-sama dalam melakukan sidak. "Kemungkinan tahun ini juga akan kita lakukan, jika memang banyak gepeng yang beraksi," katanya.

Dia mengungkapkan, permasalahan lain yang dihadapi pihaknya adalah tidak adanya tempat penampungan untuk gepeng seperti Kota Pontianak. Sehingga, Dinsos Kubu Raya hanya akan bisa melakukan indentifikasi dan pembinaan saja.

Pihaknya juga tidak memiliki anggaran untuk proses pemulangan bagi gepeng, jika dari hasil identifikasi diketahui gepeng tersebut berasal dari Jawa."Namun, ini akan kita upayakan ke depan, agar proses penanganan gepeng kita bisa lebih maksimal," katanya.

Terpopuler