REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menyiapkan layanan kantong parkir raksasa atau parking bay pada ruas tol eksisting. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan di rest area yang ada.
Direktur Jenderal Bina Marga Kemenpupera Arie Setiadi mengatakan, parking bay hanya bersifat transit sementara dalam waktu singkat. Sebab, parking bay hanya menyediakan toilet dan mushola.
"Tidak ada tempat pengisian bahan bakarnya, tapi ada mushola dan kamar kecil. Karena itu yang sangat diperlukan untuk kemacetan di jam-jam sibuk," ujar dia saat melihat kesiapan parking bay KM 41 tol Cikampek dalam pengecekan persiapan jalur mudik, Sabtu (10/6).
Sedangkan untuk keperluan makan, dia mengatakan, pengguna bisa membawa makanan ke dalam mobil. Dia berharap pengguna hanya akan menggunakan parking bay maksimal selama 30 menit untuk dapat bergantian dengan pengguna lain.
Namun, Arie mengakui, petugas tidak bisa melakukan pengendalian waktu bagi pengguna selain mengimbau mereka untuk berbagi. "Waktu 30 menit kalau mau sholat, ke kamar kecil kan cukup," ujar dia.
Jika parking bay yang digunakan untuk mengisi lokasi beristirahat antar-rest area juga tidak mencukupi maka Kemenpupera akan memasang toilet mobile. Bahkan Kemenpupera akan menjalin kerjasama dengan Pertamina untuk menyediakan BBM dalam bentuk kaleng.
"Enggak pom bensin, hanya untuk darurat saja," katanya.
Kemenpupera menyiapkan enam rest area sementara pada ruas tol fungsional baru yakni, Brebes/Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Weleri/Kendal. Masing-masing ruas disiapkan dua titik lokasi.