Dishub Cek Kesehatan Sopir Bus

Red: Agus Yulianto

Kamis 08 Jun 2017 12:40 WIB

Tes kesehatan untuk sopir bus. Foto: Republika/Yasin Habibi Tes kesehatan untuk sopir bus.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Tim gabungan Polres Kota Surakarta, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan setempat, dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan pengecekan kesehatan para sopir bus yang masuk Terminal Tirtonadi Solo, Kamis (8/6). Pengecekan kesehatan para sopor ini untuk meningkatkan pelayanan kepada para pemudik.

Berdasarkan pantauan di Terminal Tirtonadi Solo, awak bus yang masuk terminal tipe A tersebut, setelah menurunkan penumpang, kemudian diminta petugas untuk melakukan pengecekan kesehatan. Kepala Satuan Lantas Polres Kota Surakarta Kompol Imam Safii menjelaskan, pemeriksaan kesehatan para sopir bus dilakukan tim kesehatan gabungan Polresta Surakarta, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan setempat.

Kegiatan itu dalam rangka menunjang pelayanan masyarakat yang mudik Lebaran 2017. Pemeriksaan kesehatan juga untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. "'Kami kegiatan ini, dengan tujuan terjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan para pemudik yang akan menggunakan angkutan umum khususnya bus," kata Imam Safii.

Pemeriksaan kesehatan itu di seluruh wilayah untuk memastikan para pengemudi tidak memakai narkoba sehingga terjamin keselamatan masyarakat yang akan mudik. "Semua pengemudi bus yang masuk Terminal Tirtonadi akan dilakukan pemeriksaan seluruhnya. Jika menemukan seorang pengemudi yang melakukan penyalahgunaan narkoba akan ditindak sesuai undang-undang yang berlaku," katanya.

Imam Safii mengimbau, pengemudi bus dan angkutan umum lainnya yang membawa penumpang agar menjauhi narkoba serta tetap menjaga kondisi fisik.  Pengemudi, katanya, sebelum melaksanakan tugas wajib mengecek kesehatan terlebih dahulu.

Mereka juga diminta memanfaatkan beberapa tempat yang telah disediakan, untuk beristirahat saat lelah di perjalanan. Idealnya, sopir yang mengemudi selama tiga jam harus menghentikan kendaraannya untuk beristirahat terlebih dahulu.

Selain itu, mereka juga diingatkan untuk menaati aturan lalu lintas karena kecelakaan diawali dengan pelanggaran terhadap ketentuan berlalu lintas. Kepala Seksi Audit Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Herman Harmanda mengatakan jumlah bus yang masuk Terminal Tirtonadi Solo saat ini sekitar 1.500 armada per hari dengan jumlah penumpang sekitar 35 ribuorang.

Puncak arus mudik diperkirakan pada H-2 Lebaran dengan bus masuk terminal bisa mencapai 2.500 armada per hari ditambah bus mudik gratis. Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan juga sudah melakukan pengecekan di sembilan terminal tipe A di Pulau Jawa terkait dengan persiapan Lebaran.

"Pengecekan dilakukan bersama dengan pihak kepolisian, antara lain di Terminal Tasikmalaya, Tirtonadi Solo, Cirebon, Madiun, Yogyakarta, Bawen Semarang, dan Purabaya Surabaya,"  katanya.

Timnya juga sekaligus memeriksa soal kelaikan jalan atas armada, antara lain kondisi ban, spedometer, rem tangan, kaca, lampu, dan alat bantu keselamatan.  Petugas sering menemukan rata-rata soal ban dan rem tangan yang kurang berfungsi dengan baik.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan, tim medis bersama Polri dan Dishub diturunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pengemudi bus di terminal menjelang Lebaran. Ia mengatakan, tes kesehatan terhadap para pengemudi, antara lain tensi, buta warna, gula darah, dan tes urine. Setiap sopir hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Terpopuler