Memilih Kurma untuk Diolah Jadi Masakan

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Kamis 08 Jun 2017 06:17 WIB

Pedagang menujukkan kurma jenis kurma Ambar di salah satu toko di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/6). (Republika/Rakhmawaty La'lang) Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang Pedagang menujukkan kurma jenis kurma Ambar di salah satu toko di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/6). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buah kurma menjadi andalan umat Muslim berbuka puasa. Variasi kudapan berbuka dengan kurma pun menjamur.

Chef Kiky Ceria menjelaskan kurma juga bisa dibuat menjadi aneka hidangan. Misalnya kare kambing kurma, nastar kurma (nastar isi kurma), cupcake kurma, dates cake atau kue kurma, atau bisa juga bolu talas kurma yaitu bolu talas yang digulung dan ditambahkan isi kurma.

Chef di Hotel JW Marriott Jakarta, M. Mulyono, menambahkan kue kurma pada dasarnya mirip dengan brownies. Hanya saja diisi dengan kurma yang sudah dicampur menjadi satu dengan adonan.

Untuk jenis kurma yang digunakan untuk kue ini adalah kurma medjool yang berukuran besar. Selain kurma bahan lainnya yang digunakan adalah mentega, tepung, gula, telur dan gula halus.  Untuk proses pembuatannya mirip dengan brownies panggang.

Sementara untuk cupcake kurma, pada dasarnya bahannya sama. Hanya saja dimasukkan ke dalam wadah cupcake yang lebih kecil dari ukuran dates cakenya. Kedua kue ini bisa diberikan hiasan gambar masjid, ketupat atau lainnya yang menandakan bulan Ramadhan. Hiasan dibuat dari bahan yang bisa dimakan.

 

Tips memilih kurma

Lalu bagaimana tips memilih kurma yang tepat untuk Ramadhan ini? Chef Kiky menjelaskan untuk pemilihan kurma, jenis kurma yang cocok untuk berbuka, sebenarnya selera. Namun, kurma itu sebenarnya bisa kita pilih dari tekstur dan besar kecilnya, semakin kecil kurma semakin lembek, semakin lembut, sebaliknya semakin besar kurma maka semakin keras. Misalnya kurma medjool dan Tunisia.

“Kalau yang saya baca, selama ini saya tahu yang baik kurma nabi, ajwa, tapi mahal. Sedangkan kurma Tunisia rasa manisnya kurang. Untuk kurma yang manis, makan tiga saja saat berbuka sudah cukup. Tapi kalau yang Tunisia, makan tiga kurang karena kadar gula kurang tidak seperti medjool. Kurma itu semakin hitam kurma maka semakin manis,” ujarnya.

Untuk keperluan memasak, pakai kurma yang lebih kecil, lebih lembut, supaya lebih mudah hancur. Sementara kalau untuk kare kambing kurma, kurma dimasak didalam kari, kurma yang digunakan harus yang keras seperti kurma Tunisia. Ini supaya tidak mudah rusak, jadi ketika diangkat kurma masih utuh. Namun, lanjutnya, kalau mau makan kurma yang utuh belum diolah untuk berbuka, sebaiknya pilih kurma yang berukuran sedang, tidak terlalu keras, kecil, dan hitam.

Terpopuler