Syekh Mouad Ajak Anak Muda Jadi Penghafal Alquran

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agus Yulianto

Sabtu 03 Jun 2017 14:12 WIB

Penghafal Alquran atau hafidz melantunkan ayat suci (Ilustrasi) Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif Penghafal Alquran atau hafidz melantunkan ayat suci (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Imam besar asal Maroko Syekh Mouad Douai terkesan dengan kecintaan masyarakat Indonesia yang besar terhadap Alquran. Ia mengajak anak-anak muda untuk menjadi penghafal Alquran.

Ditemui usai mengimami shalat tarawih di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, baru-baru ini, Syekh Mouad mengajak para anak-anak muda Indonesia tidak malu sekolah di pesantren dan para orang tua tidak malu membawa anak-anak mereka ke pesantren yang ada program hafalan Alquran. Karena di akhir zaman seperti ini tidak ada yang menyelamatkan selain berpegang pada Alquran.

"Dengan banyaknya pelatihan tahfidz dan metode menghafal Alquran, saya harap anak-anak muda memanfaatkan itu dengan sebaik-baiknya. Terlebih banyak keutamaan mereka bagi mereka menghafalkan Alquran," tutur Syekh Mouad.

Syekh Mouad sendiri mulai menghafal Alquran sejak usia delapan tahun dan hafal 30 juz Alquran saat usia 10 tahun. Ia menempuh pendidikan Alquran di Ma'had Muhammad As Sadis di Ribath, Maroko. Ia juga sering mengikuti MTQ nasional maupun internasional antara di lain Malaysia, Dubai, Quwait, Bahrain, Tunisia.

Secara umum Syekh Mouad melihat masyarakat Indonesia tampak sekali kecintaannya terhadap Alquran. Ia sering bertemu pelajar Indonesia di luar negeri yang meminta didoakan untuk jadi penghafal Alquran. "Ini tidak banyak dimiliki masyarakat negara lain," kata Syekh Mouad.

Masyarakat Indonesia sangat cinta terhadap Alquran bahkan sudah banyak anak kecil yang hafidz. Semoga dengan itu, Indonesia jadi negeri aman makmur, berkah, dan diridhai Allah.

Terpopuler