Lomba Tadarus Jadi Ajang Syiar Islam

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Didi Purwadi

Sabtu 03 Jun 2017 00:11 WIB

Umat muslim membaca Alquran atau tadarusan di sebuah masjid. (ilustrasi) Foto: Antara/Jojon Umat muslim membaca Alquran atau tadarusan di sebuah masjid. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Para peserta lomba tadarus di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tak berambisi menjadi juara pertama dalam lomba tersebut. Mereka lebih cenderung menjadikan lomba ini sebagai ajang syiar Islam.

Salah satu peserta lomba tadarus, Dani Hamdani mengatakan, ini merupakan kali kedua ia mengikuti lomba tadarus. Pria asal Ampenan, Mataram itu tak punya ekspektasi apa-apa terhadap lomba ini selain untuk mengisi kegiatan Ramadhan.

''Bagi saya, ini juga syiar untuk mengajak anak muda lebih dekat dengan Alquran,'' kata Dani usai perlombaan di ruang utama Masjid Hubbul Wathan, Rabu (31/6) malam.

Persiapan yang ia lakukan untuk mengikuti lomba tadarus ini hanya mengulang membaca Alquran di rumah. Ia bahkan tak punya target khusus jumlah juz yang harus dibaca dalam sehari. ''Begitu ada waktu, baca Alquran,'' kata Dani.

Dani juga sudah pernah mengikuti MTQ untuk cabang qiraat. Baginya, bacaan qiraat riwayat Warsy yang digunakan imam besar dari Maroko Syekh Mouad Douaik yang mengimami shalat tarawih di Masjid Hubbul Wathan sejak 5 Ramadhan lalu bukan hal asing.

''Itu qiraat Imam Nafi' dengan dua riwayat yaitu Warsy dan Qaalun. Kalau qiraat ada tujuh imam. Buat saya ini biasa,'' ungkap dia.

Peserta lomba tadarus lainnya, Qoriatun Hafizah, mengaku tidak mempersiapan diri secara khusus. Sebab di rumah pun Qori terbiasa tadarus Alquran. ''Di sini niatnya juga bukan lomba, tapi ikut menghidupkan malam dengan Alquran. Tidak terobsesi lomba,'' kata Qori.

Terpopuler