Begini Pola Makan Sehat Saat Buka dan Sahur

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Nur Aini

Kamis 01 Jun 2017 04:11 WIB

Masyarakat menyantap takjil saat berbuka puasa di Masjid Raya Agung Jawa Barat, Alun-alun Kota Bandung, Senin (29/5). Foto: Mahmud Muhyidin Masyarakat menyantap takjil saat berbuka puasa di Masjid Raya Agung Jawa Barat, Alun-alun Kota Bandung, Senin (29/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan tubuh tetap sehat dan bugar tentunya menjadi harapan bagi semua umat muslim. Ibadah puasa diharapkan dapat berjalan lancar dengan kondisi tubuh yang fit.

Ahli Gizi UGM Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih mengatakan, menjalani puasa dengan tubuh sehat dan bugar dapat dilakukan dengan menjaga asupan makanan sehat yang berkecukupan di saat berbuka dan sahur. "Misalnya saat berbuka jangan kalap memakan semua makananan yang tersaji," katanya, Rabu (31/5).

Bahkan ia sangat menganjurkan minum minuman manis hangat dan makanan ringan yang mengandung cukup air untuk memenuhi kebutuhan cairan setelah berpuasa. Lalu menghindari makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti gorengan, serta makanan atau minuman bersantan. “Boleh makan gorengan, tetapi dibatasi misalnya dua biji saja. Demikian pula penggunaan santan jangan terlau kental agar tidak memberi beban dan kontribusi lemak tinggi dalam tubuh,” kata Mirza.

Mengkonsumsi makanan yang kaya serat seperti buah-buahan juga sangat dianjurkan pada saat berbuka. Namun orang yang berbuka harus menghindari penambahan gula secara berlebih. Pasalnya makanan ataupun minuman yang terlalu manis justru dapat menyebabkan rasa lelah dan kantuk. “Sebaiknya juga menghindari makan berat karena bisa menimbulkan gangguan lambung. Jika ingin makan berat bisa dilakukan setelah salat Tarawih dengan porsi tidak berlebihan,” kata dosen Prodi Gizi kesehatan UGM ini.

Sementara pada saat sahur asupan kalori perlu ditingkatkan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Contohnya, nasi, mie, spagheti, dan oat. Namun dari keempat sumber karbohidrat tersebut, oat sangat disarankan sebagai makanan untuk sahur dikuti nasi, spagheti, dan terakhir mie.

Karena oat memiliki kandungan serat paling tinggi sehingga bisa bertahan lama di perut. Sementara mie rendah serat sehingga cepat terurai diperut. Karenanya hindari makan mie saat sahur.

Selain itu, kita juga perlu menjaga pola hidrasi dengan minum cukup cairan yaitu dua liter atau setara delapa gelas sehari. Mengingat kapasitas lambung terbatas, Mirza menyarankan jangan banyak minum sekaligus saat sahur, tetapi dicicil saat berbuka. Hal itu bisa dilakukan dengan minum dua gelas saat sahur, dua gelas saat buka, dan empat gelas di malam hari.

Memilih minuman yang tepat juga perlu dilakukan saat sahur. Mirza menuturkan, seharusnya kita menghindari minum teh maupun kopi karena dapat meningkatkan produksi urin sehingga menaikkan frekuensi buang air kecil. Adapun yang dianjurkan adalah minuman isotonik, susu, dan air putih.

Menurutnya sahur sangat penting untuk memberikan energi yang cukup bagi tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Karenanya ia menghimbau umat muslim untuk tetap melaksanakan sahur agar tubuh tetap bisa beraktivitas normal dan bugar. “Sahur ini penting, kalau tidak sahur selain menyebabkan lemas dan kantuk juga bisa menyebabkan pingsan karenan kurang cairan. Sementara bagi orang dengan penyakit tertentu misalnya diabetes bisa mengalami syok,” kata Mirza.

Ia menambahkan, selain menjaga makanan sehat saat buka dan sahur, olahraga juga baik dilakukan untuk menjaga dan memperlancar peredaran darah. Hanya saja, olahraga yang dilakukan di waktu yang tepat dan dengan cara yang benar.

Olah raga yang disarankan adalah olahrga ringan seperti lari-lari kecil, sepeda statis, skipping, dan streching. Olah raga dapat dilakukan selama 30 menit hingga satu jam menjelang waktu berbuka puasa, sehabis salat tarawih, dan sebelum sahur.

Terpopuler