Tadarus Alquran Sebaiknya Hingga Pukul 22.00 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto

Selasa 30 May 2017 22:15 WIB

Seorang perempuan membaca kitab suci Alquran saat mengikuti tadarus Alquran (Ilustrasi) Foto: Republika/Eka Ramadani Seorang perempuan membaca kitab suci Alquran saat mengikuti tadarus Alquran (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semangat umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah meningkat di Bulan Ramadhan. Karena itu, tak heran jika umat Islam banyak yang menargetkan khatam Alquran sebanyak-banyaknya bahkan hingga melupakan waktu.

Pada Bulan Ramadhan, biasanya umat Islam akan menggelar baca Alquran bersama-sama di masjid secara bergantian atau tadarus. Mereka akan mengejar target jumlah khataman Alquran tampa henti.

Salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Manan Ghani mengatakan, sebenarnya tidak perlu untuk menargetkan sekian khataman Alquran. Karena, menurut dia, kadang tidak sesuai dengan imbauan yang diinginkannya. 

"Tidak perlu menargetkan sekian kali khatam. Karena kadang-kadang tidak sesuai dengan imbauan yang kita inginkan," ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (30/5).

Menurut dia, sebaiknya tadarus Alquran di bulan Ramadhan tersebut hanya dilakukan hingga pukul 22.00 WIB, sehingga tidak mengganggu orang lain yang sedang beriatirahat. "Jadi anjurannya kalau sudah tarawih selesai makasimal sampai jam 22.00 WIB kalau mau pakao pengeras suara," ucapnya.

Kiai Manan menambahkan, imbauan tersebut dikeluarkan untuk menghargai masyarakat yang sedang beristirahat. Apalagi, kata dia, sesuatu yang berlebihan tersebut sejatinya memang tidak baik dan masyarakat juga masih harus bangun lagi untuk sahur sebelum Subuh.

"Ini bukan untuk menghargai umat lain tapi untuk mengharagai orang yang istirahat yang kebetulan di dalamnya ada umat lain juga," kata Kiai Manan.

Terpopuler