Tadarus Organisasi Wanita Dipadati Peserta

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agus Yulianto

Selasa 30 May 2017 14:46 WIB

Sejumlah perempuan membaca kitab suci Al Quran saat mengikuti tadarus Al Quran Ramadhan 1438 H bersama ratusan umat muslim dari organisasi perempuan NTB di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Selasa (30/5).  Foto: Republika/Eka Ramadani Sejumlah perempuan membaca kitab suci Al Quran saat mengikuti tadarus Al Quran Ramadhan 1438 H bersama ratusan umat muslim dari organisasi perempuan NTB di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Selasa (30/5).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Acara 'Tadarus Organisasi Wanita' dipadati peserta yang didominasi wanita paruh baya dan lansia. Meski begitu, tadarusan hari keempat Ramadhan 1438 H ini berhasil menyelesaikan empat juz sekaligus.

Istri Gubernur NTB yang Ketua PKK NTB, Erica Zainul Majdi menjelaskan, tadarusan ini utamanya untuk mencari ridha Allah SWT. Kedua, kegiatan ini meneruskan tradisi yang sudah 25 tahun berjalan. "Majelis ini jadi ajang silaturahim dan pengikat persaudaraan Muslimah yang ikut," ujarnya.

Mulanya kepesertaan dibatasi, hanya lima perwakilan dari tiap organisasi yang ikut dan di NTB ada sekitar 60 organisasi perempuan. Tahun sebelumnya, peserta membludak. Karena ada informasi dibatasi, jadi tidak terlalu banyak.

"Karena itu, sekarang mulai dilonggarkan lagi agar lebih banyak partisipan yang bisa ikut. Sebab, banyak juga yang berkegiatan di Islamic Center," kata Erica kepada Republika.co.id, di Pendopo Tengah Kantor Gubernur TNB, Mataram, Selasa (30/5).

Untuk Muslimah muda dan remaja putri yang memiliki jadwal luang, Erica mengajak untuk bisa bergabung di pengajian ini. Diakuinya, untuk mengumpulkan perserta ini, menjadi pekerjaan rumah sendiri. Sebab, di banyak organisasi perempuan, saat ini, regenerasi berjalan lambat. "Organisasi-organisasi perempuan terbuka dan kurang berkomunikasi ke luar," ucapnya.

Pun generasi perempuan muda, dia mengajak untuk coba membuka pikiran. "Tidak semua organisasi perempuan dimonopoli anggota senior karena banyak juga pemikiran yang hanya asumsi saja. Organisasi seperti BKOW dan PKK itu inklusif karena mereka perlu menjadi solusi atas masalah yang lebih kompleks di masyarakat," tutur Erica.

Dari pengamatan Republika.co.id, Ruang utama Pendopo Tengah cukup luas. Ruangan yang semula masih menyisakan ruang kosong di bagian belakang perlahan-lahan penuh terisi ibu-ibu yang datang membawa mushaf Alquran. Ada sekitar 200 Muslimah peserta tadarus yang hadir dan didominasi ibu-ibu paruh baya dan lansia.

Seperti komitmen bersama sejak awal untuk memulai kegiatan tepat waktu pada pukul 8.30 WITA, tadarus Muslimah dimulai pukul 8.35 WITA. Tadarus Muslimah hari kedua di Pendopo Tengah Kantor Gubernur NTB ini berhasil menyelesaikan empat juz.

Terpopuler