Imam Mesir Terpesona Khazanah Ramadhan di Lombok

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Agus Yulianto

Senin 29 May 2017 14:49 WIB

Imam Mesir, Syekh Ezzat El Sayyed Rashid, tiba di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, NTB, Jumat (26/5). Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi Imam Mesir, Syekh Ezzat El Sayyed Rashid, tiba di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, NTB, Jumat (26/5).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Suasana ramadhan di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Pulau Lombok, mengundang decak kagub Imam besar dari Mesir, Syaikh Ezzat el Sayyid. Mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Festival Pesona Khazanah Ramadhan itu, Syekh Ezzat juga merasa senang dan bersyukur dapat berkunjung sekaligus mengimami shalat Tarawih di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, Mataram, NTB.

Syaikh kelahiran Mesir, 31 Agustus 1985 ini, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center NTB. Menurut Syekh Ezzat, kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan di NTB ini, sepanjang sepengetahuannya, merupakan yang pertama di dunia.

"Selama ini, ketika diundang ke Uzbekistan, Istambul, Perancis, Inggris, dan lainnya, hanya mengimami shalat Tarawih. Namun, Pesona Khazanah Ramadhan di NTB ini tidak hanya Tarawih, tetapi diisi dengan berbagai macam kegiatan dan festival ramadhan. Kegiatan ini sangat bagus dan patut dicontoh oleh negara-negara lain," ujar Syekh Ezzat saat bersilaturahmi dengan Gubernur NTB Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi di Pandopo Gubernur, Senin (29/5).

Imam besar yang telah mengimami shalat Tarawih di berbagai negara itu merasa nyaman dengan keadaan NTB yang penuh dengan kekhusukan dan semangat masyarakat melaksanakan ibadah shalat Tarawih. Syaikh Ezzat Sayyid, alumnus Ilmu Kimia dan Alam Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir merupakan qari pertama Mesir yang sukses menyabet lima gelar juara tilawah Alquran tingkat internasional, antara lain di Bahrain, Irak, Iran, dan Libya.

Nama besarnya itu yang membuat Pemerintah Provinsi NTB mengundangnya untuk mengimami shalat tarawih di Masjid Hubbul Wathan selama tiga hari pertama ramadhan dan dijadwalkan kembali pada 10-16 Juni 2017.

Dengan semangat masyarakat muslim NTB melaksanakan ibadah tersebut, Syaikh Ezzat Sayyid berharap, ke depan akan lebih banyak siaran-siaran Alquran di NTB. Syekh mengharapkan, rekaman tilawahnya dapat disiarkan dan disebarkan ke masyarakat luas agar bacaan Alquran lebih banyak bergaung di Bumi Seribu Masjid, karena bacaan Alquran itu merupakan berkah.

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi menyampaikan, rasa syukur atas pelaksanaan shalat Tarawih di Masjid Hubbul Wathan NTB yang begitu meriah. "Ini menunjukkan semangat masyarakat NTB melaksanakan ibadah sangat tinggi," kata Tuan Guru Bajang.

Tuan Guru Bajang mengatakan, juga menyampaikan terimakasih kepada Syaikh Ezzat Sayyid yang selama tiga hari mengimami shalat Tarawih di masjid kebanggaan masyarakat NTB tersebut. "Setelah di NTB, beliau akan ke Perancis untuk mengimami sholat tarawih di sana," ungkap TGB. Tuan Guru Bajang berharap, semangat ibadah masyarakat NTB terus mengalami peningkatan hingga akhir ramadhan, bahkan di bulan-bulan lain.

Terpopuler