'Jamu Bulan Roh' Tradisi Sambut Ramadhan

Red: Agus Yulianto

Jumat 26 May 2017 16:54 WIB

Tradisi mengunjungi keluarga jelang Ramadhan 2017 (Ilustrasi) Foto: Republika/Rahma Sulistya Tradisi mengunjungi keluarga jelang Ramadhan 2017 (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Masyarakat di Padang Guci, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menggelar tradisi jamuan makan dan doa bersama sanak famili dan tetangga yang disebut 'Jamu Bulan Roh' guna menyambut Ramadhan 1438 H. "Tradisi ini masih dijalankan warga setiap menyambut Bulan Puasa, yaitu menjamu sanak famili dan tetangga untuk makan bersama dan berdoa," kata Noprianto, warga Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, saat dihubungi dari Bengkulu, Jumat (26/5).

Noprianto mengatakan, tradisi itu masih dilakukan hampir seluruh warga di desa dan wilayah kecamatan tersebut.

Kegiatan "Jamu Bulan Roh" dilakukan sejak dua minggu sebelum datangnya bulan suci. Setiap keluarga bergiliran melaksanakan jamuan makan dan doa bersama untuk memohon berkah selama bulan puasa.

Rangkaian kegiatan, kata Noprianto, diawali dengan mengundang keluarga dan tetangga sekitar rumah. Hajatan biasanya dilakukan setelah maghrib berakhir. Pihak keluarga yang memiliki hajatan biasanya akan menyampaikan maksud, keinginan, tujuan, harapan, serta doa, baik untuk keluarga yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

"Setelah keluarga pemilik hajatan menyampaikan maksud maka biasanya ditanggapi oleh adik sanak serta tetangga yang hadir," katanya.

Usai menyampaikan maksud dan tujuan serta tanggapan dari para undangan, dilanjutkan doa dan makan bersama.

Kegiatan tersebut, kata dia, juga menjadi ajang silaturahim, saling memaafkan sebelum menjalankan ibadah suci selama sebulan penuh.

Terpopuler