Ramadhan, Mekanisme Penyuci Pamungkas

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agung Sasongko

Jumat 26 May 2017 13:45 WIB

 Warga melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (26\5). Foto: Tahta Aidilla/Republika Warga melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (26\5).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Tugas manusia sebagai khalifah di dunia tak bisa dijalankan dengan benar bila manusia tidak berhati bersih. Ramadhan adalah mekanisme penyucian hati pamungkas setelah Allah SWT menyiapkan dua mekanisme lain.

Pada khutbah Jumat terakhir pada Sya'ban 1438 H, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi menjelaskan, bersih hati dengan membangun bangsa sangat relevan. Khalifah berarti pengganti Allah untuk merawat bumi. Tugas itu tidak akan tunai kecuali oleh manusia yang memiliki lahir batin bersih. Ramadhan adalah salah satu jalan untuk mencapai itu.

Ketika menjelang Ramadhan, Umar bin Khathab mengatakan selamat datang Ramadhan, bulan yang mensucikan manusia dari dosa. Abdullah bin Umar bin Khathab juga berdoa agar Allah memberinya rahmat dan ampunan saat Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan ampunan. Manusia penuh kekurangan dan bisa salah. Sebagai bentuk kasih sayang Allah, Allah menyiapkan mekanisme pembersihan diri manusia. Mekanisme paling pamungkas adalah Ramadhan.

''Dalam hadits, shalat ke shalat dalam sehari, Jumat ke Jumat tiap pekan, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penyaring dari Allah bagi manusia untuk bisa kembali pada Allah dengan ridha dan diridhai,'' kata Tuan Guru Bajang di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Jumat (26/5).

Ia mengingatkan dirinya dan umat Islam untuk tidak meninggalkan shalat. Shalat itu ibarat orang yang keluar rumah dan membersihkan diri di sungai lima kali sehari saat pulang sehingga tidak ada dosa tersisa. Kalau masih ada, ada pembersihan saat Jumat. Terakhir, bila masih ada dosa bersisa, ada Ramadhan.

Tuan Guru Bajang mengajak jamaah shalat Jumat untuk bersyukur atas nikmat Allah, khususnya nikmat iman Islam. Insya Allah dengan nikmat itu umat Islam segera memasuki Ramadhan. ''Semoga ini Ramadhan terbaik kita,'' kata Tuan Guru Bajang.

Allah mengingatkan orang beriman untuk bertakwa. Kalau meninggalkan takwa dan tenggelam dalam nafsu, maka Allah Maha Kaya.

Rasulullah mengatakan, takwa adalah hal mendasar. Dengan takwa, tidak ada perintah Allah yang terlalu sulit dijauhi dan perintah Allah enggan ditinggalkan.

Terpopuler