Antidehidrasi Selama Puasa, Ini Tipsnya

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Jumat 26 May 2017 12:35 WIB

Segelas air putih Foto: pixabay Segelas air putih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu risiko yang mungkin terjadi selama menjalani ibadah puasa ialah kekurangan cairan atau dehidrasi. Dengan pengaturan minum yang tepat, risiko kekurangan cairan selama berpuasa dapat ditepis dengan mudah.

"Puasa bukan berarti kita tidak mencukupi kebutuhan air kita," ungkap dokter spesialis gizi klinik Fiastuti Witjaksono saat ditemui dalam diskusi kesehatan bersama Nestle, di Jakarta.

Fiastuti mengatakan kebutuhan cairan per hari rata-rata ialah enam hingga delapan gelas air. Selama puasa, pemenuhan kebutuhan cairan ini harus dioptimalkan pada saat sahur dan berbuka.

Waktu sahur, Fiastuti menyarankan agar ummat Muslim meminum dua atau tiga gelas air. Satu gelas bisa diminum terlebih dahulu sesaat setelah bangun tidur dan satu atau dua gelas sisanya bisa diminum setelah makan.

Sisa kebutuhan cairan tubuh bisa dipenuhi setelah berbuka secara bertahap. Pemenuhan cairan setelah berbuka ini bisa dilakukan saat membatalkan puasa, setelah menjalani shalat maghrib dan setelah tarawih.

Dengan pembagian ini, proses pemenuhan kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa akan tercapai dengan baik tanpa disadari. Kebutuhan cairan yang tercukupi juga dapat membantu ummat Muslim menjalani ibadah puasa dengan lebih optimal.

Akan tetapi, Fiastuti tidak menyarankan pemenuhan kebutuhan cairan dari minuman seperti teh dan kopi. Alasannya, kedua minuman berkafein ini mendorong urin keluar lebih banyak sehingga memicu tubuh untuk merasa haus karena kekurangan cairan.

"Jadi, minumnya air putih," jelas Fiastuti.

Terpopuler