Program di Bulan Ramadhan Diharapkan Berjangka Panjang

Rep: Muhyiddin / Red: Ilham

Senin 15 May 2017 07:00 WIB

Ramadhan Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba dan umat Islam akan banyak yang akan mendulang pahala, baik dalam bentuk ibadah kepada Allah maupun beribadah di ranah sosial dengan membuat program kemanusiaan. Namun, dalam setiap tahunnya program yang ada di bulan Ramadhan selalu sama dan hanya berjangka pendek.

Karena itu, pada Bulan Ramadhan kali ini diharapakan program-program yang dilakukan komunitas bersifat jangka panjang. "Jadi harusnya membuat ptrgram yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan jangka panjang, tidak sekali habis. Harusnya komunitas-komunitas bisa membuat program seperti itu," ujar Pendiri Sekolah Relawan, Bayu Gawtama kepada Republika.co.id, usai diskusi publik bertema "Menimbang Program Ramadhan Gerakan Sosial Society" di Sultan Hotel Bogor, Kamis (11/5).

Pria yang akrab disapa Gaw tersebut mengkritisi komunitas yang selama ini cenderung gagap dalam membuat program yang menarik di bulan Ramadhan. Padahal, kata dia, Ramadhan bisa dijadikan sebuah momen untuk membuat gerakan yang lebih memberdayakan masyarakat. "Seringkali programnya yang main stream, ya buka puasa bareng anak yatim kan biasa. Kemudian sahur on the street juga sudah biasa. Kayaknya memang hanya sebetas yang penting ada kegiatan gitu," katanya.

Menurut dia, seharusnya komunitas-komunitas tersebut bisa membuat kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bersifat jangka panjang. Misalnya, kata dia, dengan cara membuatkan sumur bagi masyarakat yang mengalami kekeringan.

Sekolah Relawan sendiri, lanjutnya, telah merencanakan di Bulan Ramadhan kali ini untuk membuat Program Sumur Usman, suatu program yang terinspirasi dari Sahabat Usman bin Affan. Melalui kegiatan tersebut, komunitasnya tersebut akan membangun sumur di daerah kering seperti di NTT maupun di Gunung Kidul Yogyakarta.

Selain itu, ia juga mengkritisi perusahaan yang kerap mendatangkan fakir miskin atau anak yatim dalam memberikan bantuan di Bulan Ramadham. Pasalnya, kegiatan bantuan tersebut hanya dijadikan seremonial saja. "Ada sih beberapa yang perusahaan yang juga sampai mendukung operasional anak yatim. Tapi ada juga yang cuma sebatas ya udah hadirkan buka puasa saja, selesai diberi nasi terus pulang," ucapnya.

Ia pun berharap, untuk Ramadhan kali ini komunitas-komunitas yang telah ada menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk menunaikan gerakan-gerakan kebaiakan. "Bisa dimanfaatkan lah oleh komunitas sebagai kesempatan kita untuk mengedukasi masyarakat soal gerakan-gerakan kebaikan. Apalagi di Ramadhan orang bersedekah lebih mudah. Tapi lagi-lagi si komunitas harus lebih memanfaatkan kesemlatan ini dengan program yang lebih baik," katanya.

Terpopuler