Pemudik Lebaran di Arus Balik Baru 60 Persen

Red: Agung Sasongko

Selasa 12 Jul 2016 19:13 WIB

Arus Balik Foto: Adhi Wicaksono/Rep Arus Balik

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Jumlah pemudik selama Lebaran 2016 yang berada maupun melintas di Provinsi Jawa Tengah dan sudah melakukan perjalanan balik ke daerah masing-masing, baru tercatat sebanyak 60 persen atau 6,3 juta jiwa.

"Masih ada sekitar 2,5 juta pemudik yang masih tinggal dan diprediksi akan melakukan perjalanan balik hingga H+11 Lebaran atau Ahad (17/7)," kata Kepala Seksi Angkutan Jalan Dalam Trayek Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Jawa Tengah Erry Derima Ryanto di Semarang, Selasa.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah pemudik yang sudah balik itu didasarkan pada kepadatan jalan arus balik yang terjadi pada Ahad (10/7) hingga Senin (11/7).

"Dari hasil pantauan di jalan, seharusnya Ahad menjadi puncak arus balik Lebaran dan kepadatan jalan sudah kembali normal pada Senin (11/7), tapi kenyataanya, hingga kemarin dan hari ini masih banyak kendaraan dengan pelat nomor luar kota ?yang melintas di Jateng," ujarnya.

Kalau melihat kondisi seperti itu, kata dia, maka diprediksi akan terjadi peningkatan kepadatan jalan pada akhir pekan ini.

"Dishubkominfo Jateng yang bekerja sama dengan kepolisian, juga tetap akan mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan seperti di Sumpyuh, Gombong, Ajibarang, Bumiayu, serta pintu keluar jalan tol Brebes Timur.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta maaf kepada masyarakat terkait pelayanan mudik Lebaran 2016 yang dinilai masih mengecewakan.

"Kita harus minta maaf kepada masyarakat ketika melayani arus mudik 2016, meski sudah mengerahkan semua kekuatan dan potensi untuk melayani, namun masih terjadi hal yang mengecewakan," ujar Ganjar di Semarang.

Menurut Ganjar, pemerintah dan aparatur negara sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik, namun masih terjadi hal-hal yang tidak sesuai rencana di lapangan.

"Kegagalan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik pada pemudik Lebaran 2016 akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun depan," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Terpopuler