Berkah Lebaran untuk Yanto, Pengusaha Parkir Terminal

Rep: Binti Sholikah/ Red: Achmad Syalaby

 Selasa 05 Jul 2016 18:00 WIB

Ratusan sepeda motor milik warga Kampung Pulo terparkir di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, (10/2).(Republika/Rakhmawaty La'lang) Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang Ratusan sepeda motor milik warga Kampung Pulo terparkir di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, (10/2).(Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Momentum lebaran selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu, tak kecuali bagi Yanto (46 tahun). Sebagai penjaga parkir, Warga Bungurasih, Kecamatan Waru, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini akan menuai tambahan pendapatan saat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah. Biasanya, omzetnya akan bertambah hampir tiga kali lipat menjelang Lebaran hingga arus balik.

Lahan parkir yang ia jaga berada persis di sebelah pintu masuk Terminal Purabaya. Lokasi yang strategis ini menjadi pilihan utama para penumpang bus yang ingin menitipkan sepeda motor mereka.

Yanto bercerita, saat hari biasa di luar Ramadhan dan Lebaran, rata-rata sepeda motor yang parkir di tempatnya sebanyak 400 unit per hari. Ia mengenakan tarif parkir sekali masuk Rp 3.000  ditambah Rp 5.000 per 24 jam jika menginap. Ia juga melayani penitipan helm dengan tarif Rp 2.000 untuk sekali penitipan.

Saat momen arus mudik dan arus balik Lebaran, ia menaikkan tarif menjadi Rp 4.000 sekali masuk. Ditambah Rp 6.000 per 24 jam jika menginap. Pada momen ini, rata-rata sepeda motor yang dititipkan sebanyak 800 unit. "Biasanya H-2 lebaran itu sudah penuh parkiran sampai tidak muat, tapi ini sedikit sepi dibandingkan tahun lalu," ucap Yanto saat ditemui Republika, Senin (4/7).

Ia memperkirakan, kondisi penitipan motor yang lebih sepi karena banyaknya program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta. Sehingga, para pemudik tidak perlu menitipkan motor di terminal. Namun, dengan menaikkan tarif tersebut, penghasilannya bisa bertambah dibanding hari-hari biasa. Lahan parkirnya pun dapat menampung lebih dari 500 unit sepeda motor. "Biasanya kalau lebaran seperti ini pemudik menitipkan motor tiga sampai lima hari," imbuhnya.

Jika dihitung secara kasar, omzet di hari biasa bisa mencapai Rp 1,2 juta per hari untuk motor sekali masuk tanpa tambahan menginap. Sedangkan omzet selama musim arus mudik dan balik lebaran bisa mencapai Rp 22 juta jika ada 800 motor dititipkan selama empat hari. Pemasukan tersebut sebagian digunakan Yanto untuk menggaji karyawannya yang berjumlah 21 orang. Mereka terbagi dalam tiga shift per hari untuk menjaga parkir yang dikelola sejak 1995 tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X