Arus Mudik di Pelabuhan Merak Menurun Drastis

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Dwi Murdaningsih

Senin 04 Jul 2016 23:42 WIB

Ratusan kendaraan antre untuk memasuki kapal tujuan Bakauheni di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (2/7). Foto: Republika/ Raisan Al Farisi Ratusan kendaraan antre untuk memasuki kapal tujuan Bakauheni di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (2/7).

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Memasuki H-2 Idul Fitri 1437 Hijriah, arus mudik di Pelabuhan Merak sudah menurun drastis. Jalanan menuju pelabuhan yang lelang dan antrian di dermaga sudah tidak menumpuk seperti hari-hari sebelumnya.

Dari data yang diterima Republika.co.id, pada Senin (4/7) mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Merak hanya berada di angkas 7.003 kendaraan. Terbagi dalam kendaraan roda dua 3.144, Roda empat 3.474, bus 240, dan truk 145 kendaraan.

Penurunan jumlah kendaraan jelas sangat berdampak pada jumlah penumpang yang berniat berangkat ke Pelabuhan Bakauheni. Jumlah penumpang dalam kendaraan mencapai 29.344 orang. Sedangkan pemudik yang berjalan kaki hanya 9.652 orang.

Dari dermaga I-V‎ memang antrian kendaraan sangat lengang. Bahkan pada pukul 23.00 WIB, jumlah kendaraan di setiap dermaga tidak mencapai 30 kendaraan. Padahal pada H-3 dan H-4 kendaraan bisa mencapai 70-100 kendaraan.

Arif salah satu pemudik yang hendak berangkat ke Palembang mengatakan, dia dan keluarga memilih mudik hari Senin karena melihat banyak pemberitaan yang menyebut bahwa pada H-5 hingga H-3 volume kendaraan di Pelabuhan Merak sangat tinggi. Hal tersebut bisa membuat perjalanan Arif‎ lebih lama karena antrian yang sangat panjang.

"Mending Senin aja. Saya bawa anak kecil kasihan kalau harus lama-lama di jalan," kata Arif, Senin (4/7) malam.

Menurut dia, mudik Senin sebenarnya tidak menjadi masalah karena pemerintah juga menetapkan bahwa hari Lebaran akan jatuh pada hari Rabu. Artinya masih ada waktu untuk Arif dan keluarga bersilaturahmi sebelum Lebaran.

Terpopuler