Ini Cerita Pilu Pemudik Menuju Kampung Halaman

Rep: bowo pribadi/ Red: Damanhuri Zuhri

Senin 04 Jul 2016 19:50 WIB

kemacetan saat mudik (ilustrasi) Foto: Republika/Wihdan Hidayat kemacetan saat mudik (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kemacetan panjang yang berlangsung dalam dua hari terakhir di tol ruas Pejagan-Brebes Timur menyisakan cerita tersendiri bagi Danang Widananto (36), pemudik tujuan Solo.

Perjalanannya dari Cirebon hingga Tegal harus menghabiskan waktu panjang di jalan raya. Bersama pengguna jalan lain yang akan mudik ke arah Jawa Tengah, ia terjebak di antara kepadatan arus lalulintas parah di jalur pantura.

"Parah deh, di mana- mana macet berjam-jam tanpa bisa ngapa-ngapain," ungkap Danang saat ditemui di rest area gerbang tol Bawen, Kabupaten Semarang, Senin (4/7).

Ia menuturkan, setelah berangkat dari Bekasi Sabtu (2/7) dini hari, bersama keluarga sempat mampir ke rumah familinya di Cirebon. Perjalanan menuju Solo dimulainya lagi Ahad (3/7) pukul 06.00 WIB.

Seiring dengan lonjakan kendaraan di jalur utama mudik, perjalanan Cirebon-Pejagan pun ditempuh dalam waktu sembilan jam. Ia baru masuk Pejagan Ahad malam pukul 21.00 WIB.

Karena santernya informasi kemacetan panjang terjadi di ruas Pejagan-Brebes Timur, Danang pun memutuskan pindah ke jalur utama pantura barat Jawa Tengah. Hanya saja, jalur utama ini juga macet.

Karena sebagian pengguna jalan tol juga memilih keluar di Pejagan. Akibatnya bottle neck juga terjadi di jalur utama Pejagan-Brebes. "Kami pun barus menghabiskan waktu semalaman hanya untuk menempuh jalur Pejagan-Bulakamba-Klampok (Brebes)," ungkapnya.

Ia mengaku, di jalur ini arus lalu lintas stagnan beberapa kali. Repotnya mobil yang sudah terjebak kemacetan tak bisa berhenti untuk sekadar mengendorkan syaraf- syaraf kaki.

Karena kepadatan arus lalu lintas tak menyisakan tempat untuk berhenti. Sampai- sampai, ia dan tiga anggota keluarganya harus rela menahan minum agar tidak lekas berasa ingin buang air kecil. "Udah deh, bener-bener tersiksa kami dalam situasi itu," ungkapnya polos.

Ia juga mengakui, kepadatan di jalur utama Pejagan-Brebes ini tak hanya dipicu lonjakan arus lalu lintas yang cukup signifikan. Namun juga dipicu antrean panjang di tiap SPBU.

Di salah satu SPBU yang ada di Klampok, antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar mencapai lima kilometer lebih. Antrean tak hanya satu lapis, namun bisa tiga lapis.

Jika tidak berani nekat dan berinisiatif mengambil jalur lawan arah, pasti terkunci di tengah-tengah kemacetan. "Luar biasa, waktu tempuh dari Cirebon hingga Bawen ini lebih dari 35 jam jadinya," papar Danang pilu.

Terpopuler