REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perayaan Lebaran di Indonesia erat kaitannya dengan tradisi baju baru. Saban Hari Raya Idul Fitri masyarakat di berbagai daerah memburu busana baik pria maupun wanita yang akan dikenakan pada hari raya.
Tak ayal tradisi ini membuat para penjual pakaian kebanjiran untung. Namun bukan hanya pedagang busana yang untung, pemilik usaha jasa konveksi juga mendapatkan pendapatan berlebih.
Banjirnya orderan jahit atau pemotongan pakaian membuat pendapatan pengusaha konveksi naik. Bahkan hingga empat kali lipat dari biasanya.
Hal ini disampaikan salah seorang pemilik usaha jasa permak pakaian di Kota Bandung kebanjiran order. Salah seorang penyedia jasa permak pakaian di kawasan Cihampelas, Ajang Sumigat (42) mengaku kebanjiran orderan perbaikan ukuran busana terutama mendekati hari Lebaran.
Ajang menyebutkan tak sedikit masyarakat memperbaiki pakaian dan menyesuaikan dengan ukuran badan melalui jasa tukang permak. Sejak dua hari lalu, ia tak henti-hentinya memperbaiki ukuran pakaian. "Dari sabtu banyak yang permak pakaian. Rata-rata ada 30 potong pakaian setiap hari," kata Ajang saat ditemui di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, Senin (4/7).
Menurutnya dalam sehari ia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 400 ribu. Jumlah ini naik empat kali lipat dibandingkan hari biasa. "Kalau hari biasa paling nggak lebih dari 100 ribu," ujarnya.
Ajang mengaku mematok harga jasa permak antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Tergantung tingkat kesulitan pakaian tersebut. Selama ini dirinya kebanyakan mendapatkan pesanan pemotongan celana jeans. Pria yang sudah menekuni prpfesi penjahit selama empat tahun ini mengaku bersyukur. Momen Lebaran selalu memberikan berkah dengan banyaknya orderan yang datang.