Kemacetan di Brexit Paling Parah, Ini Penjelasan Kakorlantas Polri

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bilal Ramadhan

Senin 04 Jul 2016 11:34 WIB

Kendaraan pemudik terjebak macet panjang menuju pintu keluar Tol Brebes Timur, Brebes, Jawa Tengah , Jumat (1/7).(Republika/Wihdan Hidayat) Foto: Republika/Wildan Hidayat Kendaraan pemudik terjebak macet panjang menuju pintu keluar Tol Brebes Timur, Brebes, Jawa Tengah , Jumat (1/7).(Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas saat ini tengah mengurai titik penumpukan kendaraan pemudik di exit tol Brebes Timur (Brebes Exit/Brexit) yang berlangsung dari Ahad (3/7) malam hingga Senin (4/7) pagi.

Yakni dengan melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di titik pertemuan dua arus tersebut, sebagaimana disampaikan Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat dihubungi Republika.co.id,Senin (4/7).

"Setidaknya nggak stag, tapi tetep berjalan, kecepatan 5-10 KM di pintu tol," ujar Agung.

Ia menyebut, kepadatan yang mengular di Brebes Timur sendiri lantaran karena Ahad (3/7) hingga Senin (4/7) pagi merupakan puncak arus mudik. Sehingga jumlah kendaraan yang masuk memang sangat tinggi dari kedua arus di titik pertemuan Brebes Timur.

"Karena kemarin kan berangkatnya sama pikirannya, nggak ada pilihan lain jadi ngantri dari semalam dan pagi ini, tapi pagi ini sudah selesai, tinggal cairkan yang Brebes aja," kata dia.

Agung juga mengatakan, kepadatan di titik tersebut memang sudah diprediksi sebelumnya lantaran semua kendaraan berebut masuk jalur yang lebih sempit. Apalagi, titik tersebut juga merupakan titik pertemuan dua arus kendaraan yang padat.

"Karena beban volume kendaraan yang memang lebih, artinya kita punya jalan satu ember tapi masuk satu tangki, mau gimana pun nggak bisa," kata dia.

Selain itu kata dia, kepadatan juga dipicu dengan adanya jembatan yang sedang diperbaiki di wilayah di Tegal. "Pasti menghambat, kemudian ke arah Bumiayu lintasan kereta yang sebidang, yang nggak ada fly over dan jembatan, jadi itu juga hampir 20 menit berhenti, karena kereta lewat," ujarnya.

Adapun sejumlah rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengurai penumpukan kendaraan pemudik di exit tol Brebes Timur (Brexit), di antaranya mengalihkan pemudik ke Jalur Pantura. Hal ini untuk mengurai puncak kepadatan di Brebes Timur yang berlangsung sejak Ahad (3/7) hingga Senin (4/7).

"Kalau sudah macet disitu kita alihkan ke gate tol sebelumnya Pejagan sampai Kanci, tapi yang saya katakan tadi karena (kendaraan) datang volumenya memang tinggi tapi kita tinggal bagi kepadatan saja," ujar Agung.

Terpopuler