6.000 Orang Hadiri I’tikaf Akbar di Masjid Agung Sunda Kelapa

Red: Irwan Kelana

Sabtu 02 Jul 2016 06:09 WIB

Jamaah i'tikaf akbar MASK meluber hingga ke pekarangan masjid Foto: Irwan Kelana/Republika Jamaah i'tikaf akbar MASK meluber hingga ke pekarangan masjid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ribuan orang menghadiri i’tikaf akbar yang digelar di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/7) dini hari.  Mereka memenuhi ruang ibadah utama, ruang selasar, ruang serba guna, hingga lapangan di samping masjid.

“Kami perkirakan jumlah jamaah i’tikaf akbar malam  27 Ramadhan 1437 H ini lebih 6.000 orang. Mereka tidak hanya berasal dari ibukota Jakarta, tetapi juga dari Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi,” kata Wakil Bendahara Masjid Agung Sunda Kelapa Ustadz Sutrisno Muslimin.

Sutrisno mengatakan hal tersebut  kepada Republika usai qiyamullail yang dipimpin secara bergantian oleh Syekh Essam Al-Megjazi dan Syekh Abdul Aziz Al-‘Arifi dan dilanjutkan dengan muhasabah yang dipimpin oleh Prof Dr Nasaruddin Umar.

Sutrisno menambahkan, panitia menyiapkan makan sahur sebanyak 6.920  boks. “Alhamdulillah, konsumsi yang kami sediakan mencukupi. Semua jamaah dapat menikmati makan sahur berjamaah setelah pelaksanaan qiyamullail,” ujar Sutrisno.

Sutrisno mengungkapkan, sejak beberapa tahun terakhir, i'tikaf akbar di Masjid Agung Sunda Kelapa selalu dihadiri ribuan orang. "Jumlahnya sekitar Minimal 5.000 orang. Bahkan pernah tembus 7.000 orang. Ribuan jamaah tersebut tetap bertahan hingga shalat Shubuh berjamaah dan kuliah Shubuh," papar Sutrisno.

Surtrisno menyebutkan, selama Ramadhan 1437 H, Masjid Agung Sunda Kelapa menyediakan makanan untuk berbuka puasa maupun sahur. Pada malam pertama hingga malam kedua puluh, jumlah makanan untuk sahur tersebut sekitar 500 boks.

Mulai malam kedua puluh satu hingga malam akhir Ramadhan, MASK menggelar i’tikaf Ramadhan. Panitia meningkatkan jumlah konsumsi untuk  sekitar 2.000 boks.

Khusus malam kedua puluh tujuh Ramadhan atau i’tikaf akbar, jumlahnya dilipatgandakan menjadi sekitar 6.000 boks.  “Untuk menyediakan makanan berbuka puasa dan makanan sahur tersebut, Masjid Agung Sunda Kelapa menerima sumbangan dari berbagai lembaga maupun perorangan. Bentuknya berupa uang ataupun makanan,” tutur Sutrisno.

Terpopuler