Inilah Penceramah I’tikaf Ramadhan Masjid Agung Sunda Kelapa

Red: Irwan Kelana

Sabtu 25 Jun 2016 19:07 WIB

Ustadz Das'ad Latief mengisi ceramah i'tikaf akbar malam 27 Ramadhan 1436 H di MASK Jakarta, Selasa (14/7) Foto: Irwan Kelana/Republika Ustadz Das'ad Latief mengisi ceramah i'tikaf akbar malam 27 Ramadhan 1436 H di MASK Jakarta, Selasa (14/7)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) Menteng Jakarta Pusat mulai malam  ini menggelar i’tikaf Ramadhan 1437 H.  Menurut Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) H M Aksa Mahmud, i’tikaf Ramadhan itu akan dilaksanakan mulai malam tanggal 21 hingga malam 30 Ramadhan 1437 H.

Aksa Mahmud menanbahkan, i’tikaf tersebut akan diisi antara lain ceramah i’tikaf dan qiyamullail. Ceramah i’tikaf Ramadhan dilaksanakan pukul 00.30 sampai dengan 01.30. “Setelah itu dilanjutkan dengan qiyamullail berjamaah yang dipimpin secara bergantian  oleh dua orang imam dari Madinah, yakni  Syekh Essam Al Megjazi  dan Syekh  Abdul Aziz Al Arifi,” ujar Aksa.

Aksa menyebutkan, sejumlah ulama terkemuka sudah menyatakan kesediaan mereka untuk mengisi ceramah i’tikaf Ramadhan 1437 H di MASK. Mereka antara lain Dr KH Manarul Hidayat (malam 21 Ramadhan), KH Sumarno Syafii (malam 22 Ramadhan), H Ali Hasan Bahar MA (malam 23 Ramadhan), Dr KH Zuhdi Zaini MA (malam 24 Ramadhan), KH A Sofwan Nizamie MA (malam 25 Ramadhan) dan H Fadlan Al-Garamatan (malam 26 Ramadhan).

“Khusus malam 27 Ramadhan yang merupakan malam puncak i’tikaf Ramadhan, akan diisi dengan dua kali ceramah, yakni KH Syarif Rahmat MA dan Ustadz H das’ad Latif PhD. Setelah qiyamullail aka nada muhasabah yang dipimpin oleh Prof Dr H Nasaruddin MA,” tutur Aksa Mahmud.

Pada malam-malam berikutnya, pemateri ceramah i’tikaf adalah KH Mizan Sya’roni MA (malam 28), KH Wahfiuddin MBA (malam 29) dan KH A Nur Alam Bakhtir MA (malam 30).

“Dengan penceramah yang beragam dan materi ceramah yang juga beragam, kami berharap dapat memberikan pencerahan yang sebaik-baiknya untuk seluruh jamaah i’tikaf Ramadhan 1437 H,” papar H M Aksa Mahmud.

Terpopuler