Ratusan WNI Semarakkan Ramadhan di Sudan

Red: Karta Raharja Ucu

Jumat 24 Jun 2016 22:30 WIB

Dubes Indonesia untuk Sudan, Burhanuddin Badruzzaman Foto: KBRI Sudan Dubes Indonesia untuk Sudan, Burhanuddin Badruzzaman

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM – Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Sudan, Afrika Barat, menggelar serangkaian buka bersama di Kota Khartoum. Selain mempererat silaturahim, acara buka bersama itu digelar dalam rangka pendataan, pembinaan, dan pemantauan serta perlindungan kepada WNI di Negeri Dua Sunga Nil tersebut.

Buka puasa bersama yang digelar pada 10 Juni lalu itu pun menjadi pengobat kerinduan kepada keluarga di Indonesia dan masakan Nusantara. Sebab, iftar atau menu buka puasa yang disiapkan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Khartoum adalah masakan Indonesia.

Dubes Indonesia untuk Sudan, Burhanuddin Badruzzaman bersama keluarga besar KBRI tahun ini rutin menggelar sejumlah kegiatan bersama organisasi WNI, seperti Nahdlatul Ulama (PCI-NI), PKS, serta Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Sudan. Kedekatan KBRI dengan WNI, khususnya mahasiswa/i juga terlihat dengan terbukanya Wisma Duta bagi setiap kegiatan WNI selama Ramadhan 1437H/2016M.

“Khususnya kegiatan mahasiswa Indonesia pencinta Alquran bersama mahasiswa/i internasional lainnya di Sudan,” tulis siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (24/6).

Burhanuddin mengaku gembira dengan terselenggaranya buka puasa bersama tersebut. Ia berharap seluruh WNI bersyukur dan memanfaatkan setiap kegiatan buka puasa yang diadakan KBRI maupun seluruh komponen WNI di Sudan.

Semua itu menurut Burhanuddin untuk meningkatkan silaturahim WNI yang tinggal di Sudan. Secara khusus, ia juga selalu memberi dorongan semangat dan motivasi bagi mahasiswa/i yang menghadapi ujian perkuliahan pada Ramadhan.

Selain dengan WNI, KBRI Khartoum juga berpartisipasi pada kegiatan Iftar Dewan Persahabatan Indonesia yang diikuti 30 negara, pada 18 Juni kemarin. Sekitar 300 tamu undangan seperti pejabat pemerintahan, akademisi, ulama, wartawan, pengusaha, corps diplomatik yang berakreditasi di Khartoum menghadiri acara tersebut.

“Partisipasi KBRI didasari pertimbangan kegiatan iftar tahunan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Indonesia pada Pemerintah Sudan.”

Bentuk dukungan Indonesia melalui Dewan Persahabatan dalam upaya pembangunan nasional di bidang seni budaya, sekaligus mempromosikan Indonesia, khususnya kuliner dengan ragam cita rasa Indonesia di Sudan.

Kedekatan WNI dengan warga Sudan tergambar dengan dipercayanya sejumlah mahasiswa Indonesia menjadi imam shalat tarawih di sejumlah masjid di Khartoum. “Ditambah peran nyata kehadiran personil TNI dan Polisi di tengah-tengah masyarakat Darfur.”

Saat ini ada sekitar 2.000 WNI yang tinggal di Sudan. Rinciannya 42 orang keluarga besar KBRI, seribu personil TNI dan Polri dalam misi Unamid, 41 pekerja professional, 650 mahasiswa, serta 300 BMI/TKI.

“Adapun persiapan Idul Fitri 1 Syawal 1437H/2016M, rencananya KBRI akan mengadakana shalat Ied dan Open House di Halaman Wisma Duta.”

Terpopuler