Tiga Lembaga Periksa Kesehatan Sopir Angkutan Mudik

Red: Andi Nur Aminah

Kamis 23 Jun 2016 22:30 WIB

Sebelum memberangkatkan para pemudik, para sopir bus terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. Foto: Republika/Aditya Pradana Putra Sebelum memberangkatkan para pemudik, para sopir bus terlebih dahulu diperiksa kesehatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Tiga lembaga, yakni Badan Narkotika Nasional (BNN), Bidang Kedokteran Polda Kalimantan Selatan, dan Balai Kesehatan Kementerian Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan para sopir angkutan mudik di terminal Kilometer 6 Banjarmasin. Menurut Kepala UPT Terminal KM-6 Banjarmasin M Yusuf, pemeriksaan kesehatan para sopir yang akan mengangkut penumpang mudik ini dilakukan di terminal sejak Selasa (21/6)  hingga Kamis (23/6).

"Pemeriksaan kesehatan itu terutama untuk memastikan para supir tidak menggunakan narkoba, selain tidak mengidap penyakit yang membahayakan saat berkendaraan," ujarnya di Banjarmasin, Kamis (23/6).

Dari hasil pemeriksaan tiga lembaga itu, Yusuf mengatakan tidak ada satu pun sopir yang dinyatakan menggunakan narkoba sehingga semuanya dinyatakan layak membawa penumpang. "Laporannya demikian yang kami terima, terutama yang mengemudikan bus antarkota antarprovinsi," katanya.

Justru, tutur Yusuf, yang menjadi kendala adalah kelayakan kendaraan. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pihaknya bersama Dishubkominfo provinsi pada 13 hingga 16 Juni lalu hampir separuhnya sempat dinyatakan tidak layak atau harus diperbaiki sebelum beroperasi.

"Sebagian besar pemilik bus sudah menindaklanjutinya. Tinggal dua bus dari 110 unit armada yang kita sudah cek belum memenuhi syarat, kalau sampai H-7 belum juga diperbaiki maka akan kami kandangkan," tegas Yusuf.

Kedua bus itu dinyatakannya tidak memenuhi syarat. Di antaranya ban yang sudah gundul dan rem tangan yang tidak berfungsi baik. "Ini harus dicek betul demi keselamatan penumpang, dan itu sangat kita perhatikan," paparnya.

Menurut dia, terminal KM-6 akan mendapat kedatangan penumpang dua jurusan antarkota antarprovinsi, yakni jurusan Samarinda-Balikpapan, Kalimantan Timur dan jurisan Palangkaraya-Sampit, Kalimantan Tengah. "Saat ini peningkatan kedatangan penumpang belum terjadi di terminal ini, diperkirakan mulai H-7 nanti," tuturnya.

Di terminal pun, Yusuf mengatakan belum melakukan persiapan khusus, seperti pendirian posko dan lainnya.

"Mungkin dua atau tiga hari lagi mulai kita dirikan posko," katanya.

Terpopuler