Polda Siapkan Penembak Jitu Amankan Arus Mudik

Red: Andi Nur Aminah

Ahad 19 Jun 2016 21:50 WIB

Penembak jitu (Sniper). Ilustrasi. Foto: imfdb.org Penembak jitu (Sniper). Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Kepolisian Daerah Lampung menyiapkan penembak jitu yang akan ditempatkan di sejumlah wilayah provinsi setempat mengantisipasi pengamanan pada saat arus mudik dan sebaliknya. "Penembak jitu ini disiapkan untuk menjaga keamanan masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran sehingga arus mudik dapat berjalan aman dan lancar," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistiyaningsih di Bandarlampung, Ahad (19/6).

Menurut dia, pihaknya telah mempersiapkan sekitar 60 personel penembak jitu yang ditempatkan pada wilayah-wilayah yang rawan terjadi tindak kejahatan. Keberadaan para penembak jitu itu diharapkan dapat meminimalkan terjadinya kriminalitas saat arus mudik-balik Lebaran 2016.

Sementara itu, untuk personel Brimob dan Shabara, disiapkan untuk mengamankan jalur arus mudik dan arus balik selama perayaan Idul Fitri. "Sebanyak dua kompi Brimob dan Sabhara tersebut akan di ditempatkan pada titik-titik yang dianggap rawan premanisme dan pungutan liar (pungli)," ujarnya.

Dari catatan terdapat 59 CCTV yang terpasang. Untuk wilayah Bandarlampung ada empat titik yakni Tugu Adipura, masjid Al-furqon, Hypermart, dan Chandra Super Store Tanjungkarang. Selain itu untuk RTMC Ditlantas terpasang di lima titik, Terminal Induk Rajabasa, Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, pasar moderen, pasar tradisional, dan tugu.

Sedangkan di Bandara Raden Intan II ada 9 titik yang terpasang CCTV yakni, pintu masuk, pintu keluar, ruang keberangkatan, parkir kendaraan, ruang VVIP, ruang cek-in, tunggu dan koridor. Di Kota Metro, ada empat titik yang terpasang CCTV.

Selanjutnya, di pelabuhan Bakauheni ada 37 titik. Satu titik terpasang di pintu masuk pelabuhan, sedangkan 36 titik lainnya tersebar di dalam pelabuhan.

Pengamanan di Pelabuhan Bakauheni, Sulis menyebutkan akan menempatkan sebanyak 203 personel gabungan. "Masing-masing 120 personel Polri, 14 personel TNI, Dishub 26 orang, Polpp 20 orang, 8 orang tenaga kesehatan, dan 15 orang Pramuka," kata dia.

Mengenai antisipasi terjadinya kepadatan kendaraan di pelabuhan Bakauheni, ada beberapa upaya yang dilakukan. Di angtaranya mobil truk akan masuk ke kantong parkir yang telah disediakan di jalan lintas Timur, jalan lintas Tengah dan jalan lintas Barat. "Mobil jenis truk bisa melintas lagi setelah kepadatan lalu lintas terurai dan jalanan kembali lancar," ujar Kabid Humas Polda Lampung itu.

Terpopuler