Ini Kenapa Anak Puasa Dianjurkan Makan Lebih Banyak

Rep: Aprilia Safitri Ramdhani/ Red: Indira Rezkisari

Kamis 16 Jun 2016 07:08 WIB

Anak perlu diajarkan berpuasa dengan kesabaran dan kepekaan dari orang tuanya. Foto: Republika/Prayogi Anak perlu diajarkan berpuasa dengan kesabaran dan kepekaan dari orang tuanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ibadah puasa Ramadhan mengharuskan kita untuk menahan lapar, haus dan menahan segala bentuk perbuatan buruk yang dapat membatalkan puasa. Bagi anak-anak namun tak mudah untuk bisa melakukan itu semua.

Menurut Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS anak-anak boleh ikut berpuasa sambil belajar makna puasa sekitar umur 7-8 tahun. Tentunya hal tersebut harus berdasarkan keinginan mereka sendiri, tanpa harus dipaksakan oleh para orang tua.

"Jika anak dipaksakan, mereka tidak akan menyerap arti penting dari berpuasa. Belum lagi dari aspek kesehatan, apabila umur mereka dirasa belum cukup untuk berpuasa tentu akan mengganggu tumbuh kembangnya," kata Ali di Jakarta beberapa waktu lalu.

Puasa bagi anak sebaiknya juga tidak harus dipaksakan satu hari penuh dan disarankan dilakukan setengah hari saja, terkecuali apabila sang anak merasa kuat menjalankan puasa satu hari penuh. Puasa satu hari penuh bagi anak dapat dilakukan secara bertahap. Hal tersebut pun tetap harus dipantau oleh orang tua, agar tidak mengganggu kesehatan mereka.

 

Untuk makanan yang baik dikonsumsi anak pada saat puasa, sang profesor mengungkapkan sebaiknya harus dilengkapi dengan komposisi gizi seimbang berupa susu, karbohidrat, sayur, buah dan aneka daging. Kalau bisa, porsinya pun harus ditambah pada saat sahur maupun berbuka.

"Jangan biasakan anak terlalu banyak makan snack saat berbuka, sebab dikhawatirkan mereka kekenyangan dan tidak mau mengonsumsi makanan pokoknya," ujar dia.

(baca: Monyet Curious George Kenalkan Ramadhan ke Anak-anak AS)

Terpopuler