Israel Pangkas Pasokan Air Tepi Barat Selama Ramadhan

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah

Rabu 15 Jun 2016 16:39 WIB

Seorang warga Palestina  yang tinggal di Area C, Tepi Barat, meminum air langsung dari tangki penyimpanan air. Israel membatasi bahkan meniadakan akses ke sumber-sumber alam untuk warga Palestina di kawasan tersebut Foto: Aljazirah Seorang warga Palestina yang tinggal di Area C, Tepi Barat, meminum air langsung dari tangki penyimpanan air. Israel membatasi bahkan meniadakan akses ke sumber-sumber alam untuk warga Palestina di kawasan tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Perusahaan air nasional Israel memangkas pasokan air ke sejumlah besar daerah di Tepi Barat yang diduduki. Langkah tersebut membuat puluhan ribu warga Palestina kehilangan akses ke air minum bersih selama Ramadhan.

Mekorot, yang merupakan pemasok air utama ke kota besar dan kecil di Palestina mengurangi pasokan airnya. Wilayah yang terkena imbas termasuk Jenin, beberapa desa di Nablus dan Salfit serta desa-desa sekitarnya.

Direktur Eksekutif Palestinian Hydrology Group, Ayman Rabi mengatakan kepada Aljazirah pada Selasa (14/6), beberapa daerah tak menerima air selama lebih dari 40 hari. Warga pun menurut Rabi mengandalkan membeli air dari truk air atau mencari dari sumber alternatif seperti mata air di sekitar.

"Keluarga hidup dengan dua, tiga atau 10 liter air per kapita per hari," katanya.

Kota Jenin misalnya, kota yang memiliki populasi lebih dari 40 ribu orang telah dipangkas pasokan airnya hingga setegah dari pasokan normal. Rabi memperingatkan Mekorot harus bertanggung jawab atas setiap tragedi yang dihasilkan dari kekurangan air selama musim panas.

Mekorot menolak berkomentar terkait hal ini.

Menurut PBB, 7,5 liter per orang per hari merupakan persyaratan minimun bagi kebanyakan orang di bawah kondisi tertetentu. Untuk wilayah Palestina yang suhunya melebihi 35 derajat Celsius, persyaratan minimumnya bahkan harus lebih tinggi.

Namun sejak 1967, Israel telah membatasi air bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sementara Israel, termasuk pemukim, mengonsumsi air lima kali lebih banyak dari orang Palestina di Tepi Barat. Warga Israel mengonsumsi 350 liter per orang per hari di Israel dibandingkan dengan warga Palestina yang hanya 60 liter per orang per hari.

 

Baca: Cegah Kecelakaan, Saudi Bagikan Puluhan Ribu Iftar di Jalan

Terpopuler