Beli Baju Lebaran Baiknya Jauh Hari Sebelum Ramadhan

Rep: Desy Susilawati/ Red: Andi Nur Aminah

Senin 13 Jun 2016 14:21 WIB

Coba padu padankan busana yang sudah ada, hingga bisa menghemat uang THR untuk membeli baju baru. Foto: Republika/Wihdan Hidayat Coba padu padankan busana yang sudah ada, hingga bisa menghemat uang THR untuk membeli baju baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Eka Agustina mengungkapkan saat lebaran, biasanya yang jebol adalah belanja. Seperti baju baru, sepatu baru, hadiah dan lain-lain. Biasanya orang pada heboh untuk keperluan ini. “Apalagi kalau punya anakm tidka dibelikan baju baru rasanya tidak bertanggung jawab,” ujarnya kepada Republika.co.id, dalam acara FUNancial Clinic dan Cooking Classes di Modena Experience Center, di Jakarta, belum lama ini.

Tips untuk menghemat pengeluaran baju lebaran, Eka mengatakan adalah dengan membeli baju dilakukan sebelum Ramadhan. Dia mengatakan biasanya sebelum Ramadhan itu banyak diskon, karena mereka bersihkan atau cuci gudang sebelum keluarkan koleksi terbaru. “Nah manfaatkan itu untuk membeli pakaian dengan harga yang jauh lebih hemat,” ujarnya.

Keuntungan lain, Eka melanjutkan, di bulan Ramadhan, bisa lebih fokus ibadah dan mempersiapkan menu yang lebih sehat. Ketimbang heboh antre membeli baju lebaran. “Mungkin ini tips untuk lebaran tahun depan ya. Jadi belanja-belanja seperti itu dilakukan memanfaatkan musim diskon, jadi uang THR bisa benar-benar optimal,” ujarnya.

Selain itu, bisa memanfaatkan momen diskon akhir tahun. Beli baju diskon akhir tahun misalnya pascanatal atau tahun baru. Baju yang sudah dibeli simpan di lemari rapat-rapat dan saat lebaran baru dibuka.

Selain baju lebaran, pengeluaran saat lebaran yang besar biasanya adalah salam templel atau angpao lebaran. Apalagi bagi yang memiliki banyak keponakan. Walaupun setiap anak diberikan angpao berbeda antara anak SD, SMP dan SMA namun tetap saja butuh bujet khusus. “Ini kembali lagi dengan kebijakan masing-masing, value masing-masing,” tambahnya.

Lalu dananya dari mana? Menurutnya, gunakan dana THR. Makanya karena begitu banyaknya pos dana lebaran, sebaiknya dana untuk lebaran bujetkan jauh-jauh hari. Menurut Eka, biasanya yang punya banyak keponakan, memberikan 'angpao' sudah jadi kebiasaan. Jika tidak dikasi mereka menagih. Karena itu, dia mengatakan mau tak mau harus disisihkan entah dari bonus akhir tahun lalu atau apa sistemnya.

“Yang jelas kan kalau enggak ngasih kayaknya enggak mungkin juga. Makanya tidak untuk dihapuskan, tapi kita mengatur biaya lebih baik lagi dari penghasilan tahunan,” ujarnya.

Ia menambahkan penghasilan tahunan bukan cuma THR. Barang kali juga dapat bonus, insentif, atau bonus tahunan. Semua dana-dana tersebutb bisa dijumlahkan untuk pengeluaran tahunan. Eka mengatakan karena itulah dalam perencanaan keuangan harus benar-benar punya daftarnya. “Jadi sudah tahu pengeluaran tahunan segini, pendapatan tahunan segini, cukup sebenarnya, bahkan kadang ada sisa,” ujarnya.

Menurutnya, sebenarnya kalau mau menghitung dengan cermat, bisa dilakukan dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan. Namun kelemahan banyak orang saat ini adalah malas mencatat. "Pendapatan berapa, pengeluaran berapa, tiba-tiba sudah jatuh tempo gesek tabungan, jadinya tabungan enggak naik-naik. Sementara saat laporan SPT pajak, bisa kaget, hah Saya dapat segini ya..,” ujarnya.

Terpopuler