Puasa Tingkatkan Kinerja Otak

Rep: Wisnu Aji Prasetiyo/ Red: Agung Sasongko

Kamis 09 Jun 2016 12:41 WIB

Kecerdasan otak/ilustrasi Kecerdasan otak/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penulis buku yang juga merupakan seorang dokter ahli bedah tulang Briliantono M Soewarno menilai ibadah puasa memiliki berbagai macam hikmah dan rahasia. Terutama dalam hal kesehatan.

Briliantono mengatakan ada rahasia besar yang sangat bermanfaat bagi manusia saat berpuasa. Salah satu manfaat dan rahasia besar puasa, kata dia, mampu membentuk struktur otak baru dan merelaksasi sistem saraf. 

"Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena pelatihan mental yang terus menerus," kata Briliantono dalam bukunya Ramadhan yang Mengasyikkan, Kamis (9/6).

Briliantono menjelaskan bila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus menerus, maka stuktur otaknya akan berubah. Menurut dia, hal tersebut disebabkan karena sel-sel syarafnya berubah dalam waktu minimal 21 hari.

"Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada struktur otak orang-orang yang berpuasa selama satu bulan penuh," ujar Briliantono.

Selain itu, kata dia, ketatnya ibadah ramadhan yang dilakukan dengan kesadaran penuh karena keimanan akan membuahkan hasil yang maksimal. Struktur otak pun, lanjut dia, seperti direset ulang agar dapat berfungsi secara maksimal.

"Orang-orang yang berpuasa diklaim memiliki daya konsentrasi yang lebih tinggi dibanding dengan yang tidak berpuasa karena struktur otak mereka berubah secara signifikan. Wallahu'alam," katanya.

 

 

 

Terpopuler