REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Masyarakat Indonesia pun tengah bersiap menyambutnya, baik umat Muslim maupun non-Muslim.
Pimpinan Lembaga Dakwah Kreatif iHaqi, Ustaz Erick Yusuf, menilai umat Muslim tidak perlu merasa terganggu dengan keberadaan tempat-tempat makan saat Ramadhan. Namun, ia meminta tempat-tempat makan agar tidak terlalu terbuka, dan menghormati masyarakat yang sedang berpuasa.
"Proporsional saja, saling menghargai, indah bila saling menghargai," kata Ustaz Erick kepada Republika.co.id, Ahad (5/6).
Ia berpendapat, umat Muslim saat ini sebenarnya sudah cukup dewasa dalam menjalankan ibadah puasa, terutama di bulan suci Ramadhan. Maka itu, Ustaz Erick merasa masyarakat yang berpuasa tidak akan seperti anak-anak, yang dengan mudah tergoda apabila melihat sajian makanan.
Meski begitu, ia mengimbau tempat-tempat makan agar tidak menyediakan makanan secara terbuka, seperti yang dilakukan sebelum Ramadhan. Ustaz Erick menilai, rasa saling menghargai itu akan senantiasa menunjukkan keindahan, yang memang dimiliki masyarakat Indonesia.