Tradisi 'Pasang Lampu' ala Pemuda Minahasa

Red: Didi Purwadi

Ahad 03 Jul 2016 03:13 WIB

Pawai Obor (ilustrasi) Foto: Antara/Iggoy el Fitra Pawai Obor (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, RATATOTOK -- Remaja dan Pemuda di Kecamatan Ratatatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) punya tradisi dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Mereka menggelar tradisi 'Pasang Lampu' dalam rangkat menyambut Lebaran.

Salah satu tokoh pemuda Ratatotok, Pudin, mengatakan tradisi 'Pasang Lampu' dilakukan pada malam ke-27 Ramadhan. Ritual ini dilakukan oleh pemuda dan remaja masjid dari tiga masjid yakni masjid Al Magfirah, masjid Al-Arafah, dan masjid Al Munawarah.

"Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat dari tiga masjid yang ada di dua desa yakni Desa Ratatotok Timur dan Desa Muara," katanya seperti dikutip dari Pusat Data Republika.

Pelaksanaan tradisi Pasang Lampu ini atas inisiatif para pemuda dan remaja masjid dalam rangka menyambut Idul Fitri dan dilaksanakan setiap tahun. Pudin mengatakan tradisi ini merupakan kombinasi dari lampu hias yang sebelumnya sudah menghiasi jalan-jalan dan rumah warga pada saat memasuki bulan puasa.

"Ini merupakan kombinasi lampu hias yang dipadukan dengan lampu botol serta obor dan kemudian ditempatkan di depan rumah maupun jalan trotoar sehingga pada malam hari terlihat ramai," katanya.

Ia mengungkapkan tradisi yang dilakukan para remaja dan pemuda ini merupakan simbol dari kebersamaan dan eratnya kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Minahasa Tenggara. ''Dan saudara-saudara kita dari agama lain pun sangat antusias dalam tradisi Pasang Lampu ini," katanya.

Terpopuler