Arus Penumpang di Bandara Adisutjipto Meningkat

Rep: C97/ Red: Yudha Manggala P Putra

Senin 20 Jul 2015 12:58 WIB

Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Arus penumpang di Bandara Adisutjipto, Selaman, DIY tercata mengalami peningkatan sejak Sabtu. Itu terlihat dari data penumpang di Pos Pelayanan Bandara Adisutjipto per Senin (20/7). Menurut catatan, penumpang kedatangan dari luar daerah mendominasi aktivitas di bandara ini.  

Pada Hari Raya Idul Fitri, Jumat (17/7) tercatat jumlah penumpang di Bandara Adisutjipto sebanyak  16.712 orang. Terdiri dari penunpang datang 11.732 orang dan penumpang berangkat 4.973 orang. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 15.800 penumpang. Dengan rincian penumpang datang 10.998 orang dan penumpang berangkat 4.802 orang.

Pada hari kedua lebaran atau Sabtu (18/7) total penumpang Bandara Adisutjipto menjadi 17.624 orang. Terdiri dari penumpang kedatangan 10.686, dan berangkat 6.938 orang. Tahun sebelumnya terdapat total 17.503 penumpang pada H2. Dengan detail penumpang datang 10.667 dan berangkat 6.838 orang.

Sedangkan pada H3 atau Ahad (19/7) terdapat total penumpang 20.833 orang. Dengan penumpang datang 11.062 dan berangkat 9.771 orang. Adapun data tahun sebelumnya menunjukkan total jumlah penumpang 18.757 orang. Dengan penumpang datang 10.579 dan berangkat 8.178 orang.

Data tersebut menunjukkan peningkatan penggunaan pesawat dalam aktivitas mudik 2015.

Pemudik asal Kulon Progo yang hendak berangkat ke Jakarta, Dian Kumalasari (30) mengakui hal tersebut. Ia sendiri lebih memilih menggunakan pesawat karena waktu tempuh yang cepat. "Ini karena darurat saja ada yang sakit. Jadi pakai pesawat supaya cepat sampai," ujarnya pada Republika.  

Ia sendiri sebenarnya sudah merencanakan akan kembali ke Jakarta menggunakan kereta pada tanggal 25 Juli mendatang. Namun karena keperluan mendesak akhirnya ia harus menggunakan pesawat. Lagi pula menurutnya harga tiket pesawat masih terjangkau. "Ini baru pesan tadi pagi. Nanti berangkat pukul 18.00," katanya.

Pemudik dari Nusa Tenggara Barat, Suprapto beralasan memilih pesawat untuk mudik karena waktu tempuh yang lebih cepat dan nyaman. "Harganya masih terjangkau, jadi menggunakan pesawat," katanya.

Ia sendiri baru sampai di Yogyakarta pukul 11.00. Setiap Idul Fitri, Suprapto dan istrinya lebih sering mudik menggunakan pesawat. Dengan pertimbangan jarak dan waktu.

Terpopuler