Masjid Istiqlal Bagikan Zakat Usai Buka Puasa

Rep: C20/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kamis 16 Jul 2015 17:10 WIB

Umat muslim membayar zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (10/7). Foto: Antara/Fanny Kusumawardhani Umat muslim membayar zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (10/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Masjid Istiqlal akan membagikan ribuan kantong beras zakat fitrah kepada para mustahik malam ini. Wakil Kepala Seksi Humas dan Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan para mustahik dapat mengambil zakat selepas buka puasa.

"Pembagian masih dilakukan manual. Silakan datang dan duduk antre. Nanti tiap mustahik mendapat 5 kilogram beras," kata Abu di Masjid Istiqlal, Kamis (16/7).

Abu menjelaskan kategori yang disebut mustahik yakni orang fakir miskin, panitia zakat, mualaf (alim), orang yang berutang (ghorim), orang yang sedang berjihad (sabilillah), dan orang yang kehabisan bekal saat perjalanan (ibnu sabil). Abu mengungkapkan pengurus masjid telah menerima sekitar Rp 400 juta dari infak, sedekah, zakat mal, dan zakat fitrah selama 28 hari Ramadhan.

"Rp 213 juta merupakan zakat fitrah yang terkumpul hingga Rabu (15/7) malam," ujar Abu.

Abu menambahkan, Mustahik atau penerima zakat dapat berkumpul di area masjid sebelum berbuka puasa. Abu juga mengatakan pengurus masjid tidak akan mempersulit pembagian zakat untuk mencegah kerusuhan.

"Saya yakin semua teratur. Mereka sadar diri kalau memang tidak berhak jadi mustahik, pasti nanti dikembalikan," kata Abu.

Menurut Abu, penerimaan zakat fitrah tahun ini juga mengalami penurunan sekitar 50 persen. Pada Ramadan tahun lalu, zakat fitrah yang terkumpul hingga H-1 Idul Fitri sekitar Rp 400 juta. Sedangkan total seluruh sumbangan tahun lalu mencapai Rp 800 juta.

"Saya tidak tahu alasannya. Mungkin karena ekonomi kita melesu dan tingkat fakir miskin justru meningkat," ujar Abu.

Terpopuler