Arus Mudik Padat Merayap di Tol Pejagan-Pemalang

Rep: Priyantono Oemar/ Red: Bilal Ramadhan

Kamis 16 Jul 2015 12:00 WIB

Sejumlah pemudik tujuan Jawa Tengah melintasi ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang yang gelap karena debu, Jawa Barat, Ahad (12/7).  (Republika/Raisan Al Farisi) Sejumlah pemudik tujuan Jawa Tengah melintasi ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang yang gelap karena debu, Jawa Barat, Ahad (12/7). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Keluar dari Pejagan, pemudik menuju Tegal lewat jalur tol yang masih dalam masa pengerjaan konstruksi.

"Jam setengah sebelas siang, cuaca sangat terik dan berdebu, kami melaju dengan kecepatan 10-20 km per jam," ujar salah seorang pemudik, Ronggo Astungkoro, Kamis (16/7).

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 itu mengungkapkan, kendaraan yang melaju cukup padat. Di beberapa ruas, kendaraan harus berhenti menunggu kendaraan di depannya melaju.

Ronggo memilih jalur ini, karena begitu keluar dari Pejagan menuju kota Brebes, arus pemudik juga begitu padat. Melihat kondisi itu, ia memilih terus melaju menuju tol yang masih dalam pengerjaan.

Jalur yang bisa dilewati hanya dua lajur. Samping kiri-kanan dibatasi tali. Meski begitu, tetap saja ada pemudik yang melaju di luar tali pembatas, lewat lajur tanah yang dipadatkan, sehingga ada delapan lajur kendaraan. Dua lajur yang dibuka baru dilapis batu hitam, tetapi belum mulus.

Untuk sampai Pejagan, para pemudik dari Jakarta yang memilih jalur Pantura bisa menempuh perjalanan selama empat jam dari Simpang Jomin. "Cukup lancar lewat jalur Pantura, hanya harus waspada karena lebih banyak sepeda motor daripada mobil," ujar Bhanu Prabhasworo, drumer band musik ska, Orind.

Terpopuler