Kesamaan Penetapan Satu Syawal Bisa Diupayakan

Rep: C38/ Red: Indira Rezkisari

Rabu 15 Jul 2015 17:41 WIB

Teropong Rukyah Foto: istimewa Teropong Rukyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Terkait penetapan satu Syawal 1436 H, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail, menilai setiap ormas memiliki cara pandang masing-masing. Perbedaan pandangan itu bukan hal yang tidak mungkin disatukan.

“Kita berharap sama, tapi kalau menurut ahli ada kemungkinan berbeda,” kata Satori Ismail, Rabu (15/7), saat mengemukakan kemungkinan penetapan satu Syawal 1436 H. Penetapan awal dan akhir Ramadhan di Indonesia seringkali menemui perbedaan. Pasalnya, kata Satori, setiap ormas sudah memiliki metode masing-masing. Ada yang menetapkan dengan metode rukyah, sementara yang lain menggunakan metode hisab.

Satori mengemukakan, kesamaan persepsi bisa ditemukan apabila semua ormas bersikap toleran. Hilal yang sudah memungkinkan terlihat adalah yang berada di atas tiga derajat.

Ormas yang satu bisa menaikkan derajat hilalnya menjadi imkaniyatur rukyah, sementara yang lain bisa menurunkan pandangan imkaniyatur rukyahnya. Menurut Satori, dengan begitu kemungkinan besar Idul Fitri akan selalu jatuh pada waktu yang sama.

“Atau kita sepakat saja bahwa yang disebut dengan melihat hilal itu ada yang melihat dengan mata kepala, ada yang melihat dengan otak. Nah, yang melihat dengan otak itu disebut hisab,” kata Satori menengahi.

Terpopuler