Tiga Kiat Mudik Aman dari Kejahatan

Red: Agung Sasongko

Selasa 14 Jul 2015 12:13 WIB

Calon penumpang memadati gangway menuju kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (13/7). Arus mudik pejalan kaki yang akan menyeberang ke Bakauheni mulai memadati pelabuhan itu menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-3. Foto: Republika/Prayogi Calon penumpang memadati gangway menuju kapal feri di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (13/7). Arus mudik pejalan kaki yang akan menyeberang ke Bakauheni mulai memadati pelabuhan itu menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-3.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegiatan mudik ke kampung halaman yang terjadi setiap tahun menjadi celah bagi pelaku kejahatan beraksi memanfaatkan situasi yang ramai di dalam angkutan umum, terminal, stasiun, bandara atau pelabuhan. 

Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Korlantas Polri Komisaris Besar Pujiyono Dulrahman memberikan tiga kiat mudik aman dari kejahatan. "Perhatikan barang bawaan, jangan sampai ketinggalan atau dicopet," ujar dia dalam Pertamax Enduro Bareng-Bareng Mudik di Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). 

Para pemudik cenderung membawa banyak barang bawaan, baik itu pakaian ganti maupun oleh-oleh untuk keluarga di kampung. Pujiyono menekankan agar pemudik tidak lengah dan melepaskan pandangan dari barang bawaan.

Dia mengingatkan pemudik untuk terus waspada dengan tindak tanduk penghipnotis saat berada di terminal. 

"Kalau ada orang pura-pura baik yang ngajak ngobrol, kasih barang, jangan diambil," ujar dia. 

Begitu pula bila ditawari makanan atau minuman oleh orang yang tidak dikenal. Ia mengatakan lebih baik menolak daripada berisiko menyantap makanan atau minuman yang sudah dibubuhi obat bius.

Terpopuler