Mengisi Ramadhan Penuh Kreativitas dan Syukur di Kandang Jurang Doank

Rep: c 30/ Red: Indah Wulandari

Ahad 05 Jul 2015 14:16 WIB

Kandang Jurang Doank Foto: kandangjurangdoank Kandang Jurang Doank

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Visi Mahakarya mengajak 100 anak untuk bermain dan belajar di Kandank Jurank Doank (KJD) untuk mengisi bulan Ramadhan dengan memaknai arti bersyukur yang terlupakan.

“Di alam yang terbuka ini, anak-anak menggambar dan mendengarkan musik, sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah,” ujar Ketua Yayasan Visi Mahakarya Maulana, Sabtu (4/7).

Tujuannya, jelas Maulana, supaya anak-anak membuka dalam diri mereka bahwa sesungguhnya ada kekuatan serta keahlian luar biasa yang mereka miliki. Selain itu, dia ingin anak-anak yang datang bukan hanya untuk disantuni, namun bagaimana dari mereka kemudian muncul semangat dan kreativitas.

Pendiri KJD Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma atau Dik Doang mengingatkan anak-anak tentang arti bersyukur. Dia memberikan contoh, tentang hujan yang turun membawa berkah.

Manusia justru lupa bersyukur dan hanya sibuk mengeluh.

Manusia justru memaki turunnya hujan, padahal Allah yang mendatangkan. Maka, ujarnya, sesungguhnya manusia sedang memaki Tuhan mereka.

Dik Doang kemudian menyuruh seluruh anak-anak beserta para penonton dan panitia yang hadir untuk menggambar sebuah pohon di ketras kosong. Ini merupakan metodenya untuk membantu semua peserta berintrospeksi terhadap hidup mereka.

Dik Doang berharap, setelah mengetahui hal tersebut mereka dapat menggali kembali kreativitasnya. Selain introspeksi diri melalu gambar, Dik Doang dalam hal ini menyelipkan juga tentang makna kejujuran.

 Selesai belajar memahami diri sendiri, kemudian Dik Doang mengajak anak-anak untuk bermain tebak lagu, bernyanyi dan menari bersama. Meminta mereka untuk melepaskan diri dari segala sistem belajar di ruang-ruang yang membelenggu.

Dia meminta untuk semuanya dapat menari dan menyanyi sebebasnya. “Saya suka, kalian fals, tapi berjamaah,” ujarnya disambut dengan gelak tawa peserta.

 “Selapas dari acara ini, kami ingin anak-anak dapat membuka wawasan dan kreatifitas mereka dengan maksimal,” ujar Direktur Neuro Assosiative Conditioning (NAC) Arief Adinoto.

Selepas  acara, Arief berharap supaya anak-anak yang ingin berwirausaha dapat ikut belajar bersama NAC, anak-anak yang ingin belajar mendongeng bisa ikut belajar di kampung dongeng, dan dapat juga belajar di KJD.

Terpopuler