Mudik, Waspada Lewati Tujuh 'Jalur Tengkorak' di Tangerang

Rep: c18/ Red: Karta Raharja Ucu

Sabtu 04 Jul 2015 05:33 WIB

Petugas mengamankan jalur mudik di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (25/6).  (foto : Septianjar Muharam) Petugas mengamankan jalur mudik di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (25/6). (foto : Septianjar Muharam)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Menyambut mudik Lebaran 2015, Polresta Tangerang mengidetifikasi titik-titik 'jalur tengkorak' di Kabupaten Tangerang. Kapolresta Kabupaten Tangerang, Kombes Polisi Irman Sugema mengatakan ada tujuh titik yang dinilai rawan kecelakaan dan kemacetan.

"Lima titik di Kabupaten Tangerang dan dua sisanya di Tangerang Selatan," ucap Komisaris Besar Irman Sugema, Sabtu (4/7) di Tangerang.

Irman mengungkapkan lima titik di Kabupaten Tangerang antara lain kawasan Curug, Citra Raya Cikupa, Talaga Bestari Sindang Jaya, pertigaan Balaraja Barat, dan kawasan Jayanti. Ia menjelaskan, kelima titik tersebut tak hanya rawan kecelakaan, tapi juga kerap terjadi kemacetan. Terlebih, lanjutnya, di kawasan Pasar Cikupa dan Pasar Gembong Jayanti yang merupakan pasar tumpah. "Untuk itu kita menghimabu para pedagang tak berjualan di badan jalan biar gak macet," kata dia menerangkan.

Polresta Tangerang akan membuat check point khusus bagi pengendara motor yang akan melintas di Citra Raya Cikupa. Jelasnya, polisi akan menyediakan pos istirahat yang dilengkapi tempat makan dan minum, tambal ban. "Kita sediakan juga pos untuk pemeriksaan kesehatan pengendara motor," tambah Irman.

Dua titik di Tangsel yang menjadi konsentrasi adalah kawasan Pasar Serpong dan daerah Parung Panjang. Ia menuturkan, daerah tersebut merupakan kawasan rawan macet menyusul buruknya kondisi jalan dan dipenuhi lubang.

Sementara untuk mengawasi titik rawan tersebut, polresta Kabupaten Tangerang bakal menyiagakan pos pengmanan terpadu (Pos-Pam). Irman menjelaskan untuk mengawasi musim mudik lebaran Polresta bakal menerjunkan dua per tiga kekuatan mereka. "Itu belum ditambah Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Polda," terangnya.

Terpopuler