Tips Atasi Migrain Saat Berpuasa

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indah Wulandari

Rabu 01 Jul 2015 11:00 WIB

Sakit kepala migrain Foto: corbis.com Sakit kepala migrain

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Orang yang menderita sakit kepala atau migrain sebelum memasuki Ramadhan berisiko lebih tinggi mengalami sakit kepala saat berpuasa.

Sebuah studi di Dubai melaporkan frekuensi sakit kepala meningkat durasinya hingga 41 persen ketika berpuasa.

Jenis sakit kepala ini sangat mirip dengan sakit kepala yang Anda dapatkan ketika stres atau sedang kelelahan akut. Ini seperti rasa sakit berdenyut dengan intensitas ringan atau sedang.

Sampai saat ini para peneliti masih mencoba menemukan apa yang menyebabkan sakit kepala selama berpuasa. Namun, ada kemungkinan beberapa faktor, termasuk gula darah rendah atau hipoglikemia, minimnya asupan kafein bagi pecandu kopi, dehidrasi, perubahan dalam kebiasaan sehari-hari, dan kurang tidur.

Menurut dr Derk Krieger, seorang neurologis di German Neuroscience Centre, Dubai, pendekatan terbaik yang bisa dilakukan adalah selalu mengatasi penyebab gangguan tersebut. Berikut beberapa tipsnya, dilansir dari Khaleej Times, Rabu (1/7).

Pertama, setelah berbuka puasa, karbohidrat kompeks, yaitu biji-bijian aan meningkatkan kadar glukosa darah dan memberikan energi lebih. Hindari terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat sederhana, seperti nasi dan gula murni.

Kedua, secangkir kopi sehabis shalat tarawih misalnya, bisa mengurangi risiko turunnya kafein bagi mereka pecandu kopi. Ketiga, dehidrasi selama puasa bisa dicegah dengan asupan cairan yang cukup selama makan.

Keempat, jaga rutinitas Ramadhan, misalnya hindari begadang supaya tidak kurang tidur. Jika intensitas sakit kepala Anda sudah terasa parah, maka Anda membutuhkan nasihat dokter karena mungkin saja ada penyebab lainnya.

Terpopuler