‘Abbad Bin Bisyr, Tiga Anak Panah tak Hentikan Tahajjud

Rep: c38/ Red: Damanhuri Zuhri

Selasa 30 Jun 2015 20:50 WIB

Tahajjud Foto: Khoirun Nasirin Tahajjud

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Tatkala Mus’ab bin Umair tiba di Madinah untuk mendakwahkan Islam, ‘Abbad bin Bisyr adalah salah satu orang yang dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT. Ia segera menuju majelis Mus’ab dan menyatakan keislaman.

‘Abbad bin Bisyr adalah sahabat yang sangat loyal dan cinta kepada Allah SWT. Ummul Mukminin Aisyah mengatakan, “Ada tiga orang sahabat Anshar yang keutamaannya tidak bisa dilampaui siapapun; Sa’ad bin Mu’adz, Usaid bin Hudhair, dan ‘Abbad bin Bisyr.”

Kaum Muslim mengenal ‘Abbad sebagai laki-laki yang teriring cahaya dari Allah. Keyakinan para sahabat akan keimanan ‘Abbad sampai pada batas ketika mereka bisa melihat wujud cahaya itu secara nyata.

Ketika ‘Abbad berjalan di tengah kegelapan, muncul bayang-bayang cahaya yang menerangi dari dalam dirinya. Khalid Muhammad Khalid dalam Biografi 60 Sahabat Rasulullah mengisahkan salah satu fragmen kemuliaan sahabat ini.

Setelah Rasulullah SAW dan kaum Muslim selesai dari Perang Dzat ar-Riqa’, mereka menginap di suatu tempat. Rasul menunjuk beberapa orang untuk ronda secara bergantian. Salah satunya, Ammar bin Yasir dan ‘Abbad bin Bisyr.

Malam itu, setelah melihat tempat di sekitarnya aman, ‘Abbad bangkit untuk menunaikan tahajud. Ketika sedang berdiri menuntaskan surah di rakaat pertama, lengannya terkena anak panah. Ia mencabut anak panah itu dan melanjutkan shalat.

Tak berapa lama anak panah kedua kembali melesat mengenainya. Itu segera disusul anak panah ketiga. ‘Abbad mencabuti anak panah itu dan menyelesaikan bacaannya, sementara tenaganya terkuras oleh rasa sakit dan payah.

Dalam keadaan sujud, ia ulurkan tangan lalu mengguncang-guncangkan Ammar sampai terbangun. Setelah itu, ia bangun dari sujud dan menuntaskan shalat. “Gantikanlah aku untuk berjaga karena aku telah terluka,” kata ‘Abbad lirih.

Ammar pun melompat untuk menciptakan kegaduhan dan keramaian hingga membuat para penyusup itu melarikan diri. Setelah itu, ia berpaling pada ‘Abbad, “Kenapa engkau tidak membangunkanku begitu kau terluka?” ‘Abbad menjawab, “Aku sedang shalat dan membaca beberapa ayat Alquran yang sangat mencekam hatiku hingga aku tak ingin memutusnya.”

Sahabat mulia ini syahid dalam Perang Yamamah, setelah ia bermimpi ditelan ke dalam langit yang terbelah. Benarlah mimpinya, sebab pintu-pintu langit telah terbuka untuk menyambut kedatangan ruh laki-laki cahaya ini.

Terpopuler