3.500 Anak Panti Asuhan Ikuti Safari Ramadhan Sido Muncul

Rep: bowo pribadi/ Red: Damanhuri Zuhri

Selasa 30 Jun 2015 16:54 WIB

walikota depok nurmahmudi (berpeci hitam) didampingi dirut sido muncul irwan hidayat berbagi dengan 1000 anak panti asuhan Foto: dok.sidomuncul walikota depok nurmahmudi (berpeci hitam) didampingi dirut sido muncul irwan hidayat berbagi dengan 1000 anak panti asuhan

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Safari Ramadhan Sido Muncul mampir di Kota Semarang. Kegiatan Ramadhan industri jamu dan farmasi ini digelar di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Selasa (30/6).

Tak kurang dari 3.500 anak panti asuhan dari Kota Semarang dan daerah lain di sekitarnya terlibat dalam kegiatan yang juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dirut PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, ini merupakan safari Ramadhan ketujuh, yang dilaksanakan di Semarang dan Yogyakarta.

Menurut Irwan Hidayat, sebelumnya Safari Ramadhan dilaksanakan di sejumlah kota besar di Jawa Tengah, seperti Temanggung, Purworejo serta Purwokerto.

"Pada Safari Ramadhan ke-7 ini, kami memberikan santunan kepada 3.500 anak panti asuhan di Semarang dan 1.275 anak panti asuhan di Yogyakarta," jelasnya.

Ia berharap, santunan senilai Rp 250 juta ini dapat bermanfaat dan bisa membantu sebagian kecil kebutuhan anak-anak penghuni panti asuhan tersebut.

Irwan juga menjelaskan, pada Ramadhan tahun ini pihaknya menyalurkan bantuan Rp 150 jutabuat  anak yatim di Jakarta, bersama Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI).

Selain itu juga memberikan santunan senilai Rp 200 juta untuk seribu kaum dhuafa di Kabupaten Semarang dan bantuan hidup pasien kurang mampu di RSUP Dr Kariadi dan RS Pantiwiloso Semarang, senilai Rp 250 juta.

''Bantuan biaya hidup juga kami berikan kepada para pasien tidak mampu di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Bantuan juga disalurkan untuk anak panti asuhan di Bogor, Bandung, Makassar, Banjarmasin, Medan dan Surabaya," tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi bantuan dan uluran tangan pihak korporasi ini. Menurutnya jika seluruh korporasi di negeri ini melakukan hal yang sama, maka pemerintah akan terbantu.

Karena sebagian dari tugas pemerintah telah diambil alih oleh swasta. Khususnya dalam menangani anak-anak panti asuhan ini. "Ini perlu dibudayakan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat," kata Ganjar menambahkan.

Terpopuler